Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memamerkan perkembangan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam gelaran Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss. Hingga Januari 2026, program unggulan pemerintah tersebut telah menjangkau 59,8 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa program MBG dimulai pada Januari 2025 dengan skala terbatas. Pada hari pertama pelaksanaan, pemerintah mengoperasikan 190 dapur umum yang melayani sekitar 570 ribu orang per hari.
“Pada hari pertama kami memulai dengan 190 dapur, melayani 570 ribu orang per hari,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia.
Seiring berjalannya waktu, jumlah dapur MBG meningkat pesat. Dalam kurun waktu satu tahun, pemerintah berhasil membangun 21.102 dapur yang beroperasi secara nasional. Per Januari 2026, dapur-dapur tersebut memproduksi 59,8 juta porsi makanan bergizi setiap hari.
Baca juga: Presiden Ungkap Keberhasilan Program Pemerintah dari Efisiensi Anggaran di WEF 2026
Penerima manfaat program ini meliputi anak-anak Indonesia, ibu hamil dan menyusui, serta lansia yang hidup sendiri. Prabowo menegaskan bahwa makanan bergizi tersebut diterima setiap hari oleh para penerima.
“Sebagai perbandingan, dalam waktu sekitar satu bulan ke depan, kami akan melampaui McDonald’s yang memproduksi sekitar 68 juta porsi makanan per hari,” kata Prabowo sambil berkelakar, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Presiden juga menyampaikan target ambisius pemerintah pada tahun ini, yakni melayani 82,9 juta porsi makan bergizi per hari. Program MBG ditujukan untuk seluruh anak Indonesia, sejak dalam kandungan hingga usia 18 tahun.
Khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia yang tinggal sendiri, pemerintah menyediakan layanan pengantaran makanan langsung ke rumah setiap hari guna memastikan asupan gizi tetap terpenuhi.



