BANDUNG, KOMPAS - Daerah langganan banjir di Karawang, Jawa Barat, idealnya menjadi kawasan resapan dan penampungan air. Warga setempat yang setiap musim hujan menjadi korban bencana sebaiknya direlokasi.
Hingga Jumat (23/1/2026), enam kecamatan di Karawang masih terendam banjir. Ketinggian air antara 20-230 sentimeter. Adapun banjir sudah terjadi sejak sepekan terakhir.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang menyebutkan, banjir terjadi di enam kecamatan akibat luapan Sungai Citarum. Selain Kecamatan Rengasdengklok, ada Tirtajaya, Telukjambe Barat, Teluk Jambe Timur, Karawang barat, dan Kecamatan Klari, yang terendam banjir. Daerah-daerah itu langganan banjir saat musim hujan.
Total, tercatat ada 939 rumah terendam. Sebanyak 3.531 warga terdampak. Sebanyak 308 orang mengungsi ke berbagai tempat. Salah satu titik terparah ada di Desa Karangligar, Teluk Jambe Barat. Di sana, 237 rumah terendam yang dihuni 823 orang.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Jumat, mengatakan, salah satu solusi menyelesaikan banjir di Karawang adalah relokasi tempat tinggal warga. Karangligar, misalnya, kata Dedi, adalah cekungan yang sangat rawan banjir. Ketimbang menjadi tempat tinggal, kawasan itu ideal menjadi tempat penampungan air.
Akan tetapi, ia mengakui, itu tidak mudah. Meski Pemkab Karawang sudah mengatakan relokasi menjadi jalan terbaik, belum tentu semua warga menyetujuinya.
“Atau, alternatif lainnya adalah membangun rumah panggung dengan lantai rumah sekitar 2,5 meter. Konsep itu sepertinya bisa dikembangkan di daerah rawan banjir,” katanya.
Langkah cepat pemerintah mengatasi banjir harus segera dilakukan. Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan dengan intesitas sedang hingga sangat lebat masih akan terus terjadi periode 23-29 Januari di hampir semua daerah di Jabar, termasuk Karawang.
Kepala Stasiun Klimatologi Jabar Rakhmat Prasetya mengimbau masyarakat lebih mewaspadai potensi peningkatan intesitas hujan ini. Selain pemda, masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap dapat berlangsung aman dan lancar.




