Jakarta (ANTARA) - Atlet Gischa Zayana menambah medali emas dari cabang olahraga boccia untuk Kontingen Indonesia seusai memenangkan laga final nomor tunggal putri BC2 melawan rekan satu negara Intan Cahaya Putri di Chatchai Hall, Thailand, Jumat.
Gischa mengantongi emas kedua boccia setelah unggul tipis atas Intan dalam laga sengit yang berakhir dengan skor 4-3.
Sebelum bertemu di partai puncak, kedua atlet yang berada di Grup A itu sempat bertemu pada babak penyisihan grup yang dimenangkan Gischa dengan skor 3-2.
Gischa melahap semua laga di babak penyisihan grup dengan kemenangan. Setelah mengatasi Intan, Gischa membungkam wakil Laos Louanglat Viengsing dengan skor telak 10-0.
Sedangkan, Intan juga bangkit dari kekalahan pertama dengan membungkam atlet tuan rumah Thailand Bandi Sunita 6-0 di babak penyisihan.
Kedua wakil Indonesia kemudian melaju ke babak semifinal dan meraih hasil gemilang untuk mengantongi tiket ke perebutan gelar juara. Gischa membungkam wakil Thailand Phromsiri Satanan 3-1 dan Intan mengatasi wakil Malaysia Avrinda Anis dengan skor akhir 6-3.
Baca juga: Handayani rebut emas pertama boccia untuk Indonesia di APG 2025
Ketika bertemu di babak final, Intan kesulitan menghentikan dominasi Gischa yang keluar sebagai pemenang dan berhak atas medali emas.
Perolehan emas tersebut merupakan yang kedua dari tim boccia Indonesia di APG 2025. Emas pertama dipersembahkan oleh Handayani dari nomor tunggal putri BC1 setelah mengalahkan wakil Malaysia Angeline Melissa Lawas melalui babak tie-break.
Secara total, timnas boccia Indonesia telah mengumpulkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu hingga Jumat (23/1) pukul 13.00 WIB.
Tambahan medali itu memperkuat posisi Kontingen Indonesia untuk menjaga peringkat kedua klasemen sementara APG 2025 dengan mengoleksi 153 medali, terdiri dari 53 emas, 48 perak, dan 52 perunggu.
Indonesia membayangi Thailand di puncak klasemen dengan 91 emas, 84 perak, dan 62 perunggu dan menjaga jarak dengan Malaysia di peringkat ketiga dengan membukukan 22 emas, 24 perak, dan 37 perunggu.
Baca juga: Yayang Gunaya tuntaskan janji ke istri usai rebut emas di APG 2025
Baca juga: Afrizal persembahkan perunggu para boccia untuk Indonesia
Gischa mengantongi emas kedua boccia setelah unggul tipis atas Intan dalam laga sengit yang berakhir dengan skor 4-3.
Sebelum bertemu di partai puncak, kedua atlet yang berada di Grup A itu sempat bertemu pada babak penyisihan grup yang dimenangkan Gischa dengan skor 3-2.
Gischa melahap semua laga di babak penyisihan grup dengan kemenangan. Setelah mengatasi Intan, Gischa membungkam wakil Laos Louanglat Viengsing dengan skor telak 10-0.
Sedangkan, Intan juga bangkit dari kekalahan pertama dengan membungkam atlet tuan rumah Thailand Bandi Sunita 6-0 di babak penyisihan.
Kedua wakil Indonesia kemudian melaju ke babak semifinal dan meraih hasil gemilang untuk mengantongi tiket ke perebutan gelar juara. Gischa membungkam wakil Thailand Phromsiri Satanan 3-1 dan Intan mengatasi wakil Malaysia Avrinda Anis dengan skor akhir 6-3.
Baca juga: Handayani rebut emas pertama boccia untuk Indonesia di APG 2025
Ketika bertemu di babak final, Intan kesulitan menghentikan dominasi Gischa yang keluar sebagai pemenang dan berhak atas medali emas.
Perolehan emas tersebut merupakan yang kedua dari tim boccia Indonesia di APG 2025. Emas pertama dipersembahkan oleh Handayani dari nomor tunggal putri BC1 setelah mengalahkan wakil Malaysia Angeline Melissa Lawas melalui babak tie-break.
Secara total, timnas boccia Indonesia telah mengumpulkan dua emas, satu perak, dan tiga perunggu hingga Jumat (23/1) pukul 13.00 WIB.
Tambahan medali itu memperkuat posisi Kontingen Indonesia untuk menjaga peringkat kedua klasemen sementara APG 2025 dengan mengoleksi 153 medali, terdiri dari 53 emas, 48 perak, dan 52 perunggu.
Indonesia membayangi Thailand di puncak klasemen dengan 91 emas, 84 perak, dan 62 perunggu dan menjaga jarak dengan Malaysia di peringkat ketiga dengan membukukan 22 emas, 24 perak, dan 37 perunggu.
Baca juga: Yayang Gunaya tuntaskan janji ke istri usai rebut emas di APG 2025
Baca juga: Afrizal persembahkan perunggu para boccia untuk Indonesia




