JAKARTA, KOMPAS.com – Banjir yang merendam Jalan Kebon Pala II, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, mulai surut secara perlahan pada Jumat (23/1/2026) siang.
Meski demikian, warga masih waspada terhadap potensi banjir susulan akibat hujan dan kiriman air dari hulu Kali Ciliwung.
Pantauan Kompas.com di lokasi, banjir masih terlihat di sekitar Mushalla At-Taqwa hingga ke dataran yang lebih rendah mendekati bantaran Kali Ciliwung. Ketinggian air di titik tersebut berkisar antara 70 hingga 90 sentimeter.
Baca juga: Banjir Terus Meninggi di Duri Kosambi, Ibu Hamil dan Balita Dievakuasi Pakai Perahu Karet
Sejumlah rumah warga masih tampak kemasukan air. Banyak warga memilih berkumpul di dataran yang lebih tinggi sambil berbincang satu sama lain dan memantau kondisi sekitar.
Sebagian warga memutuskan bertahan di luar rumah sambil menunggu banjir benar-benar surut, sekaligus berjaga jika air kembali meninggi.
“Takutnya dia naik lagi, jadi mending keluar saja, bareng yang lain. Kalau mau kopi juga gampang beli ke warung,” kata seorang warga, Ega (65), saat ditemui di lokasi, Jumat.
Meski genangan berangsur surut, warga mengaku belum sepenuhnya tenang. Langit yang sesekali menggelap serta informasi mengenai potensi kiriman banjir dari wilayah hulu membuat kewaspadaan tetap tinggi.
Pada malam sebelumnya, warga sempat membersihkan rumah setelah banjir surut. Namun, hujan kembali turun sehingga mereka tidak bisa beristirahat dengan tenang.
Ega mengaku tidak dapat tidur nyenyak karena aliran listrik di rumahnya terpaksa dimatikan demi keselamatan.
Kondisi rumah yang gelap dan dingin membuat situasi semakin tidak nyaman. Kekhawatiran itu terbukti ketika banjir kembali masuk ke permukiman warga pada Jumat dini hari hingga pagi.
Baca juga: 16 Ruas Jalan di Jakarta Masih Banjir Jumat Siang, Ini Titik Lokasinya
Menurut Ega, banjir mulai surut setelah hujan berhenti. Ia merasa sedikit lega karena intensitas hujan tidak sebesar hari sebelumnya.
“Kemarin kan hujannya berhenti, hujan lagi, berhenti lagi, mana langsung gede,” kata dia.
Selain dipicu hujan dengan intensitas tinggi, banjir juga disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung. Warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat segera menemukan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap berulang di wilayah tersebut.
“Ya, semoga surut ajalah, karena dari kemaren sudah dibersihin tapi naik lagi. Kan capek,” tutur Ega.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



