Mengenal Burung Hantu yang Ditembak Mati Warga karena Disebut Ganggu Waktu Tidur

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Balai Taman Nasional Ujung Kulon (BTNUK) ikut merespons aksi warga di Dusun Nela, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menembak burung hantu hingga mati karena diduga mengganggu jam tidur.

BTNUK mengatakan kasus penembakan burung hantu di NTT itu menjadi pengingat penting bahwa satwa liar bukanlah musuh, melainkan bagian dari ekosistem yang harus dijaga.

Burung yang ditembak itu adalah jenis Serak Jawa (Tyto alba). Mereka adalah pengendali hama alami paling efektif, sebab sepasang burung hantu bisa memangsa ribuan tikus per tahun, sehingga bisa menjaga hasil panen.

Lalu benarkah burung hantu itu berisik?

"Mereka tidak berisik, mereka sedang “bekerja”. Suara mereka di malam hari adalah cara mereka berkomunikasi dan berburu," ucapnya.

"Kehadiran mereka justru tanda ekosistem di sekitarmu masih berfungsi baik. Jangan bunuh penjaga keseimbangan ini hanya karena ketidaktahuan kita," imbuh pengelola BNTUK.

"Jika merasa terganggu oleh keberadaan satwa, jangan bertindak sendiri. Laporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara tepat," tulis pengelola.

Walaupun Serak Jawa belum termasuk ke dalam daftar satwa dilindungi, tindakan penganiayaan hewan dan atau satwa liar memiliki ancaman pidana penjara atau denda.

Kasus ini sudah ditangani polisi. Sejumlah saksi dan bukti-bukti dikumpulkan. Terduga pelaku juga sudah diamankan dan dijerat Pasal 337 ayat (2) KUHP Baru tentang Penganiayaan Hewan.

Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari 1 (satu) minggu, cacat, luka berat, atau mati, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori III. Ancaman pidana penjara paling lama 1,6 tahun dan denda paling banyak kategori III (Rp 50 juta).

"Jika kamu bertemu satwa liar jangan panik dan jangan menyakiti. Laporkan kepada pihak berwenang, hubungi BKSDA atau aparat setempat. Cukup usir perlahan tak perlu pakai senapan," katanya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Sangat Lebat Berpotensi Guyur Jakarta Sampai Besok
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Jenazah Ketiga Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 Teridentifikasi Pramugari Esther Aprilita
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jakarta Masih Dikepung Banjir, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Tergenang, Ratusan Warga Mengungsi
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Usai Pidato, Prabowo Ngopi di Paviliun Indonesia hingga Dipuji Diaspora: Very Great Speech Pak!
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Sikap Orang yang Terlihat Suportif tapi Sebenarnya Ingin Kamu Gagal
• 8 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.