JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) melaporkan bahwa korban meninggal dunia akibat bencana Sumatera mencapai 1.200 jiwa, masih sama seperti sehari sebelumnya.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Abdul Muhari, mengatakan bahwa data tersebut merupakan jumlah korban hingga Kamis (22/1/2026), angkanya sama dengan data Rabu (21/1/2026).
“Dalam perkembangan terkini, tidak terdapat penambahan jumlah korban jiwa, hilang dan mengungsi. Total korban meninggal dunia tercatat sebanyak 1.200 jiwa,” ujar Abdul dalam siaran pers, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Korban Jiwa Bencana Sumatera Tembus 1.200 Jiwa, 143 Jiwa Masih Hilang
Data BNPB menunjukkan, jumlah korban hilang mencapai 143 jiwa, sementara jumlah pengungsi sebanyak 113.903 jiwa.
Di sisi lain, berdasarkan laporan distribusi logistik sejak 29 November 2025 hingga 21 Januari 2026, total bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak mencapai 1.761,1 ton.
Distribusi dilakukan melalui berbagai moda transportasi, yakni 56 sorti pesawat carter BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk jalur darat, dan 7 kapal laut.
Baca juga: Banjir Sumatera: Restorative Justice Vs Pencabutan Izin Perusahaan
Pada 21 Januari 2026, distribusi harian di Provinsi Aceh dilakukan melalui jalur udara sebanyak 7 sorti dengan muatan 7,5 ton dan jalur darat menggunakan 5 truk dengan muatan 8,2 ton, sehingga total logistik yang disalurkan mencapai 15,7 ton.
Di Sumatera Utara, distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan 6 truk dengan total muatan 14,7 ton.
Adapun di Sumatra Barat, bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat sebanyak 17,97 ton.
Pembangunan hunian untuk korbanSelain itu, pemerintahan terus mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara) dengan target utama penyelesaian sebelum bulan Ramadhan.
“Dari total 42.900 unit rumah rusak berat, telah diajukan pembangunan hunian sementara sebanyak 29.621 unit,” ujar dia.
“Hingga saat ini, 7.414 unit masih dalam proses pembangunan, sementara 1.056 unit telah selesai dibangun dan siap dihuni,” kata dia lagi.
Dalam konteks ini, pengajuan pembangunan hunian tetap (huntap) tercatat sebanyak 13.082 unit, dengan 648 unit di antaranya saat ini berada dalam tahap konstruksi.
Hingga pertengahan Januari 2026, pengajuan Dana Tunggu Hunian (DTH) mencapai 14.822 kepala keluarga.
Dari jumlah tersebut, 9.678 rekening penerima telah siap, dan bantuan telah disalurkan kepada 3.217 kepala keluarga.
Baca juga: BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemulihan Pascabencana di Sumatera
Untuk mempercepat penanganan darurat, pemulihan, dan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Hingga 21 Januari 2026, OMC di Aceh telah dilakukan 527 sorti dengan total bahan semai 503.400 kilogram. Di Sumatera Utara, OMC dilaksanakan 402 sorti dengan total bahan semai 353.400 kilogram, sedangkan di Sumatera Barat tercatat 409 sorti dengan total bahan semai 406.325 kilogram,” jelas dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



:strip_icc()/kly-media-production/medias/1869757/original/047902100_1517895575-20180206-Banjir-Jatinegara-AM1.jpg)