95 napi yang dibebaskan akibat bencana Aceh Tamiang menyerahkan diri

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Kuala Simpang (ANTARA) - Sebanyak 95 dari 425 napi dan tahanan yang dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) akibat bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menyerahkan diri secara sukarela.

Namun, Kepala Lapas Klas IIB Kuala Simpang Mudo Mulyanto mengatakan, fasilitas Lapas masih belum bisa berfungsi akibat rusak parah terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

"Ada 95 orang napi yang sudah melapor. Tapi mereka belum bisa dikembalikan ke Lapas karena faktor keamanan dan sarana prasarana belum pulih," kata Mudo Mulyanto di Aceh Tamiang, Jumat.

Mudo mengatakan keputusan membebaskan 425 napi dan tahanan dari Lapas pada 27 November 2025 karena kondisi bencana yang sudah dalam taraf bisa mengancam keselamatan manusia. Sebabnya, banjir saat itu makin tinggi ditambah lagi aliran listrik dan telekomunikasi terputus.

"Ini keputusan karena kemanusiaan. Ketinggian air di Lapas terus naik sampai mencapai empat meter, bekas airnya masih kelihatan jelas di tembok," kata Mudo seraya menambahkan napi dibebaskan saat air naik saat ketinggian sekitar 1,5 meter.



Kondisi Lapas Klas IIB Kuala Simpang di Kuala Simpang, Jumat (23/1/2025). ANTARA/FB Anggoro

Ia mengatakan masih banyak fasilitas Lapas yang perlu diperbaiki. Meski pembersihan endapan lumpur banjir sudah hampir selesai, namun tembok Lapas masih bolong karena terpaksa dibongkar untuk membuang lumpur dan barang-barang yang rusak dari sel-sel tahanan.

Selain itu, sarana dapur umum juga belum berfungsi, saluran drainase masih penuh lumpur, dan belum ada aliran air bersih.

"Untuk membersihkan lumpur terpaksa beli air dari Kota Langsa dikirim dengan mobil tangki," katanya.

Hingga 1,5 bulan sejak bencana, proses pembersihan lumpur masih belum sepenuhnya tuntas. Pegawai Lapas membersihkan endapan lumpur banjir dengan bantuan 119 taruna Poltekpin dari Jakarta dan mempekerjakan pihak ketiga.

Menurut dia, pihak Lapas baru bisa sebatas mendata 95 napi yang ingin menyerahkan diri.

Mengenai proses rehabilitasi Lapas, Mudo mengatakan pihaknya mengupayakan secepat mungkin di tengah kondisi darurat bencana.

Baca juga: Taruna Poltekpin bersihkan lapas, rumah dinas, dan sekolah di Aceh

Baca juga: Ditjenpas bangun lapas baru di Aceh Tenggara atasi “overcapacity”

Baca juga: Anggota Komisi XIII DPR minta lapas dievaluasi usai napi kabur di Aceh


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Intensitas Tinggi Tanpa Henti, 17 Kecamatan di Kabupaten Bekasi Terendam Banjir
• 46 menit laluidxchannel.com
thumb
Transjakarta Setop Sementara Rute di Rawa Buaya Grogol dan Jakut Akibat Banjir
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
MU Tak Perpanjang Kontrak, Casemiro Bebas Transfer
• 7 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Comeback Brandao, Madura United Nggak Takut Main di GBK
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Foto: Eksistensi Asgar di Tengah Gempuran Pangkas Rambut Modern
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.