JAKARTA, DISWAY.ID - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku belum berencana membangun sumur resapan atau drainase vertikal untuk menangani banjir.
Diketahui sumur resapan masif dibangun di sejumlah titik rawan genangan oleh Anies Baswedan semasa menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Kala itu sumur resapan dinilai efektif menyerap air genangan masuk ke dalam tanah.
BACA JUGA:PAM Jaya Sudah Layani Air Bersih 80 Persen Warga Jakarta, Lampaui Capaian 25 Tahun
BACA JUGA:Pramono: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa dengan Bim Salabim, Ini Perlu Waktu!
"Sampai hari ini kita belum merencanakan membuka sumur resapan baru," kata Pramono di Jakarta Barat pada Jumat, 23 Januari 2026.
Politisi PDI Perjuangan itu pun tidak mau memperdebatkan efektif atau tidaknya sumur resapan untuk penanganan banjir.
Yang terpenting saat ini adalah memanfaatkan seluruh sumur resapan yang sudah terbangun di era gubernur sebelumnya.
"Kan sumur resapan pernah dibuat. Yang ada ya kita manfaatkan, kita fungsikan," ujarnya.
Untuk penanggulangan banjir jangka pendek, saat ini Pramono fokus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengantisipasi cuaca ekstrem.
BACA JUGA:16 Ruas Jalan Tergenang Banjir Jakarta Hari Ini, Hindari Srengseng Raya hingga Cipinang Indah
BACA JUGA:Genangan Air Imbas Limpahan Kalimalang Makan Korban, Pengendara Motor Tewas
Selain itu, untuk penanganan banjir, Pramono telah memerintahoan Dinas Sumber Daya Air (SDA) untuk menambah pompa untuk menyedot genangan di titik-titik banjir.
"Saya sudah minta Bu Ika (Kepala Dinas SDA) untuk ditambah pompanya. Karena memang perlu," kata dia.
Sementara untuk jangka menengah, Mas Pram sapaan akrabnya, segera mengeksekusi program Normalisasi Kali Ciliwung, Kali Krukut, dan Kali Cakung Lama.
- 1
- 2
- »




