AS Resmi Keluar dari WHO, Trump Hentikan Total Pendanaan

mediaindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita

AMERIKA Serikat (AS) resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per Januari 2026. Langkah ini merupakan realisasi dari perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang menilai lembaga tersebut gagal menangani pandemi Covid-19 dan hanya menghabiskan anggaran negara.

Dalam pernyataan bersama Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) serta Departemen Luar Negeri AS, Washington menegaskan hanya akan mempertahankan kerja sama sangat terbatas selama masa transisi. "Kami tidak memiliki rencana untuk berpartisipasi sebagai pengamat, dan kami juga tidak memiliki rencana untuk bergabung kembali," tegas seorang pejabat senior kesehatan AS.

Sengketa Iuran dan Penghentian Dana

Berdasarkan ketentuan hukum, penarikan diri seharusnya disertai pemberitahuan satu tahun dan pelunasan iuran sebesar US$260 juta. Namun, pemerintah AS menolak syarat tersebut. "Rakyat Amerika telah membayar lebih dari cukup," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Kamis (22/1).

Baca juga : Netanyahu Beri Tahu Trump 50 Menit sebelum Serangan Israel ke Doha

HHS juga merilis dokumen yang mengonfirmasi bahwa seluruh kontribusi pendanaan pemerintah AS kepada WHO telah dihentikan total. Lawrence Gostin, pakar hukum kesehatan global dari Universitas Georgetown, menyebut langkah ini sebagai pelanggaran hukum AS. "Tetapi Trump sangat mungkin lolos begitu saja," ujarnya.

Dampak Finansial Serius bagi WHO

Sebagai kontributor terbesar yang menyumbang 18% dari total anggaran WHO, hengkangnya AS memberikan pukulan telak. Saat ini, WHO dilaporkan telah memangkas separuh jajaran manajemennya dan berencana mengurangi seperempat jumlah staf hingga pertengahan tahun ini akibat krisis anggaran.

Simbolisme keluarnya AS terlihat di Jenewa, Swiss, di mana bendera Amerika Serikat dilaporkan telah diturunkan dari depan kantor pusat WHO. Filantrop global Bill Gates menyayangkan keputusan ini. "Dunia membutuhkan Organisasi Kesehatan Dunia," kata Gates seraya berjanji akan terus mendorong AS untuk bergabung kembali.

Risiko Keamanan Kesehatan

Keluarnya AS diprediksi akan melemahkan sistem deteksi dini penyakit global. Kelly Henning dari Bloomberg Philanthropies menilai kebijakan ini berisiko besar bagi kolaborasi internasional dalam merespons ancaman kesehatan masa depan.

Di sisi lain, Trump justru mendorong inisiatif baru bernama Board of Peace yang dinilai para pengamat dapat menggerus peran PBB secara keseluruhan dalam sistem multilateral global. (CNBC/Z-10)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pidato di WEF Davos, Prabowo Sebut MBG Segera Salip Produksi Harian McDonalds
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Rusia Siap Kucurkan Dana Rp17 Triliun untuk Dukung Dewan Perdamaian dari Aset yang Dibekukan AS
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Ketegasan Prabowo soal Perdamaian: Ingin Jadi Teman Semua, Tak Punya Musuh
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Banjir Melanda Jakarta, Hujan Tak Juga Mereda
• 23 jam laludetik.com
thumb
Prediksi Cuaca Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, BMKG: Waspadai Hujan Sangat Lebat di Jateng dan NTB
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.