FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Laga panas di ajang BRI Super League 2025/2026 bakal tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Duel mempertemukan tuan rumah Persija Jakarta dengan tamunya Madura United.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/1) malam. Untuk memastikan laga berlangsung lancar dan aman, aparat gabungan mengerahkan sedikitnya 1.300 personel untuk mengamankan laga bergensi tersebut.
Aparat gabung yang dikerahkan itu meliputi unsur polri, TNI, maupun petugas dari Pemprov DKI Jakarta. Pengamanan tidak hanya dilakukan di dalam stadion tapi juga diluar stadion.
Upaya pengamanan ini dilakukan tidak lain demi demi memastikan duel pekan ke-18 tersebut berjalan aman dan kondusif bagi seluruh pihak, termasuk penonton atau suporter kedua belah pihak.
Sebagai bagian dari prosedur tetap, aparat telah menggelar Tactical Wall Game (TWG) dan Apel Pelayanan pada pukul 13.00 WIB di Pintu Kuning SUGBK. Simulasi ini dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Pusat untuk memastikan strategi pengamanan berjalan presisi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan, persiapan dini sangat krusial agar tidak ada celah kesalahan saat pertandingan dimulai pukul 19.00 WIB nanti.
“Pelayanan kami lakukan secara humanis, santun, dan profesional, dengan mengedepankan keselamatan serta kenyamanan masyarakat dan para suporter. Seluruh personel juga tidak dibekali senjata api,” ujar Reynold, Jumat (23/1).
Pihak kepolisian menekankan bahwa prioritas utama kali ini adalah pelayanan. Personel di lapangan dilarang keras membawa senjata api dan diinstruksikan untuk bersikap persuasif kepada para suporter.
Reynold menegaskan kehadiran aparat adalah untuk memberikan rasa nyaman kepada pendukung kedua tim yang ingin menikmati sepak bola.
“Kami mengajak seluruh suporter untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menjunjung tinggi sportivitas, serta menikmati pertandingan yang dimulai pukul 19.00 WIB. Hingga selesai dalam suasana yang aman, nyaman, dan penuh kegembiraan,” katanya.
Meski mengedepankan sisi humanis, pengawasan ketat tetap dilakukan di pintu-pintu masuk. Suporter dilarang keras membawa barang-barang yang dapat membahayakan keselamatan atau mengganggu jalannya laga.
Beberapa barang yang dilarang meliputi senjata tajam, flare, petasan, kembang api, minuman keras, hingga bambu atau kayu yang kerap digunakan sebagai tiang bendera.
“Kami melarang keras adanya barang-barang berbahaya di dalam stadion. Kami juga mengimbau suporter untuk menjaga fasilitas umum dan tetap waspada terhadap potensi tindak kejahatan, seperti copet dan jambret,” tegasnya.
Bagi Anda yang berencana melintas di kawasan Jakarta Pusat sore ini, sebaiknya mempertimbangkan jalur alternatif. Polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar GBK untuk menghindari kemacetan parah.
Pihak berwajib juga mengingatkan penonton untuk ekstra waspada terhadap barang bawaan pribadi di tengah kerumunan.
“Amankan barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, dan perhiasan. Apabila ada suporter yang bersikap anarkis atau membawa barang terlarang, kami akan mengambil tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tambah Reynold. (fajar)




