FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Tim DVI terus melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, mengungkapkan hingga saat ini pihaknya telah menerima total 11 kantong jenazah atau body pack yang diserahkan tim SAR gabungan ke Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel.
“Hingga saat ini, Bidokkes Polri telah menerima 11 kantong jenazah (body pack),” ujar Djuhandhani kepada awak media usai menerima tujuh body pack secara simbolis dari Kabasarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Jumat (23/1/2026).
Ia merinci, satu body pack diterima pada Selasa, 20 Januari 2026, disusul dua body pack pada 21 Januari 2026.
Kemudian satu body pack kembali diterima pada Kamis, 22 Januari 2026, dan tujuh body pack diterima sekaligus pada hari ini.
“Dari total 11 body pack tersebut, satu di antaranya hanya berisi potongan tulang,” jelasnya.
Djuhandhani menegaskan, meskipun dalam manifest pesawat tercatat terdapat 10 orang korban, jumlah body pack yang diterima mencapai 11.
Karena itu, seluruhnya masih perlu dilakukan penelitian dan pemeriksaan lebih lanjut secara menyeluruh.
“Oleh karena itu, meskipun jumlah body pack yang diterima sebanyak 11, sementara dalam manifest tercatat 10 orang, hal ini masih perlu diteliti lebih lanjut,” imbuhnya.
Djuhandani menyampaikan, dari seluruh body pack yang telah diterima, tiga korban sudah berhasil diidentifikasi.
Sementara sisanya masih menjalani proses identifikasi lanjutan oleh tim DVI gabungan.
“Identifikasi yang sudah dilaksanakan kita sudah bisa mengidentifikasi tiga orang, ralat tadi tiga orang korban sudah teridentifikasi,” ucapnya menarik pernyataan sebelumnya.
Ia berharap seluruh body pack yang dikirimkan ke DVI nantinya dapat dipastikan sesuai dengan daftar manifest penumpang pesawat ATR 42-500.
“Kami berharap bahwa 11 body pack yang dikirim ini seluruhnya sesuai dengan daftar manifest penumpang. Namun demikian, hal ini tetap akan kami teliti dan periksa secara saintifik,” tegas Djuhandhani.
Dalam proses identifikasi, Polri telah mengambil sampel pembanding dari keluarga korban yang berada di sejumlah wilayah, di antaranya Polda Jawa Barat, Polda Metro Jaya, dan Polda Jawa Tengah.
“Seluruh sampel pembanding tersebut kini sudah kami terima lengkap,” jelasnya.
Djuhandhani menjelaskan, jika jenazah dapat dikenali melalui pemeriksaan fisik atau metode identifikasi awal, proses penetapan identitas tidak akan memakan waktu lama.
Namun, apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes DNA, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu hingga sekitar satu pekan.
“Apabila diperlukan pemeriksaan lanjutan seperti tes DNA, dengan mencocokkan data pembanding yang ada, maka proses tersebut diperkirakan memerlukan waktu hingga sekitar satu minggu,” imbuhnya.
Ia menegaskan, tim DVI dari Pusident Bareskrim Polri dan Biddokkes Mabes Polri akan terus bekerja maksimal untuk mengidentifikasi seluruh body pack yang telah diterima.
“Dan secepatnya begitu sudah ada gambaran dan sudah bisa dibuktikan identifikasi akan kita sampaikan lebih lanjut kepada rekan-rekan,” terangnya.
Djuhandhani bilang, pihaknya turut mengucapkan belasungkawa mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah jatuhnya pesawat ATR 42-500.
“Atas nama Kepolisian, kami menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5058253/original/060118900_1734653209-sing.jpg)