Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan akan menambah pompa air di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk mempercepat penanganan banjir yang masih terjadi di wilayah tersebut.
“Saya sudah minta Bu Ika (Kadis SDA DKI) untuk ditambah pompanya di Daan Mogot. Karena memang perlu, begitu (debit air) bisa turun kan pemompaannya jadi lebih efektif,” ujar Pram usai meninjau Bendung Cengkareng Drain di Jakarta Barat pada Jumat (23/1) bersama Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU), Diana Kusumastuti.
Pramono menjelaskan, kondisi banjir di Daan Mogot berkaitan langsung dengan situasi di Pintu Air Cengkareng Drain yang menjadi kunci aliran sejumlah sungai di Jakarta Barat.
Menurutnya, dengan penurunan muka air di pintu air dan penambahan pompa, banjir di Daan Mogot diharapkan segera surut.
“Jadi di Daan Mogot kan memang ya semuanya dampaknya kan di sini (Bendung Cengkareng Drain). Begitu ini sekarang sudah bisa mulai berjalan dengan baik dan ini kita lihat sendiri, saya yakin di Daan Mogot mudah-mudahan segera surut,” ujarnya.
Pramono juga memastikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan langkah-langkah penanganan banjir, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca yang dilakukan hingga tiga kali sehari hingga 27 Januari mendatang.
Daan Mogot Masih Terendam Banjir
Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot Raya arah Grogol menuju Cengkareng pada Jumat (23/1) sore masih terpantau banjir dan macet.
Genangan air tampak hampir di sepanjang ruas jalan dan menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Pantauan kumparan di lokasi pada pukul 15.15 WIB, kendaraan tampak mengular. Sejumlah pengendara motor dialihkan ke jalur busway untuk menghindari genangan yang cukup tinggi di badan jalan.
Sementara itu, banyak kendaraan roda empat terpaksa berhenti hingga berbalik arah karena tidak mampu melintas. Saat ini terpantau hujan di kawasan Daan Mogot.
Kepala Satpol PP Kecamatan Cengkareng, Sukarlan, mengatakan hingga pukul 13.00 WIB genangan masih cukup tinggi dan bahkan cenderung meningkat.
“Kondisi saat ini jalan Daan Mogot banyak genangan. Disarankan untuk yang tidak benar-benar berkepentingan, sebaiknya tidak melewati Jalan Daan Mogot,” ujar Sukarlan.
Ia menjelaskan, genangan terjadi hampir sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya di kawasan Kedawung, Kali Angke. Akibatnya, kendaraan dari arah Grogol banyak yang tidak dapat menembus kawasan Cengkareng dan memilih putar balik di sekitar Jembatan Gantung.
“Banyak yang tidak tembus sampai Cengkareng. Akhirnya di Jembatan Gantung putar balik karena tidak bisa lanjut,” katanya.





