Rano Karno Ungkap Alasan Banjir Jakarta Sulit Dipastikan Tingginya

kompas.com
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, banjir di Jakarta sebenarnya sudah bisa diprediksi.

Namun, ia menegaskan bahwa tinggi genangan air tetap sulit dipastikan karena sangat bergantung pada curah hujan.

“Tadi saya sudah sampaikan, kita sudah prediksi banjir akan terjadi. Cuma tingkat ketinggiannya berapa itu kita enggak tahu karena itu adalah curah hujan,” ujar Rano usai mengunjungi pengungsi banjir di Masjid Jami Al-Fudhola, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Terjang Banjir ke Pengungsian Warga Cengkareng, Rano Karno: Jaga Kesehatan, Jangan Sakit

Rano menuturkan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak awal.

Ia juga menerima laporan bahwa jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah bekerja hingga dini hari untuk menangani banjir.

“Artinya, semua kita sudah mengantisipasi. Saya sangat tahu dan mendengar laporan dari (Dinas) SDA dengan semua tim yang di wilayah ini, mereka bekerja sampai jam 3 pagi. Itu adalah kenyataan,” tegasnya.

Menurut Rano, upaya penanganan banjir tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.

Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Rano juga menyinggung kunjungannya bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ke sejumlah lokasi pengungsian pada hari yang sama.

Baca juga: Modifikasi Cuaca Ekstrem Jelang Imlek, Rano Karno: Kalau Enggak, Aduh...

Ia menyebut, langkah antisipasi banjir sudah dirancang sejak awal.

“Alhamdulillah, saya bersama Pak Gubernur hari ini (mengunjungi) di beberapa tempat. Barangkali memang teman-teman baru melihat kehadiran kita di tengah masyarakat hari ini. Tapi sebetulnya kami ini sudah mendesain apa yang akan kita lakukan apabila terjadi banjir seperti ini,” jelasnya.

Ungkap solusi banjir Jakarta

Rano Karno menegaskan, penanganan banjir Jakarta harus dilakukan dengan pendekatan jangka panjang. Salah satu upaya yang dinilai penting adalah normalisasi sungai.

“Memang ini harus dikerjakan secara panjang, enggak bisa dalam waktu 5 tahun, enggak mungkin. Kita baru akan rencana cukup besar yaitu melakukan normalisasi misalnya (Sungai) Ciliwung, Kali Krukut,” kata Rano.

Ia mencontohkan kondisi Kali Krukut yang mengalami penyempitan signifikan sehingga berkontribusi terhadap banjir yang hampir terjadi setiap tahun.

Baca juga: Rano Karno Tinjau Persiapan Imlek di Glodok, Soroti Penataan Kawasan dan Parkir Liar

“Kemang itu setiap tahun pasti banjir. Dulu Kali Krukut luasnya 20 meter. Itu sekarang yang namanya Kem Chicks saja belakangnya cuma 3 meter. Itu realita yang terjadi,” jelasnya.

Meski demikian, Rano mengakui bahwa tantangan terbesar dalam normalisasi sungai bukan hanya soal lahan, tetapi juga penerimaan masyarakat.

“Kalau normalisasi, yang paling berat bukan masalah pembebasan lahannya, tapi sosialisasi ke masyarakatnya. Mau enggak kita tinggal di rumah susun? Karena wilayah ini harus kita betulin,” ujar Rano.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menegaskan, langkah tersebut menjadi pilihan yang harus diambil demi perbaikan lingkungan dan pengendalian banjir ke depan.

“Mau enggak mau harus seperti itu. Itu realita. Makanya kami turun tadi, kita diskusi di atas, ada diskusi, ada kebutuhan yang harus kita lakukan ya itu kita evaluasi,” tutup Rano.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Merangkak Naik, Kian Dekati US$5.000 per Troy Ounces
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Nadeo Argawinata Pede Borneo FC Bisa Kembali Rebut Puncak Klasemen dan Jadi Juara BRI Super League
• 8 jam lalubola.com
thumb
Saham GOLF dan PGUN Masuk Radar UMA, Investor Diminta Cermati Fundamental
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
PAM JAYA Alirkan Bantuan 1 Juta Al-Quran untuk Korban Bencana Sumatera
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Melaju ke Semifinal Indonesia Master 2026, Jafar/Felisha Bakal Tantang Wakil China atau Denmark
• 4 jam lalufajar.co.id
Berhasil disimpan.