FAJAR, JAKARTA – Persaingan papan atas Super League 2025/2026 semakin memanas. Dua klub raksasa, Persib Bandung dan Persija Jakarta, melakukan manuver gila di bursa transfer paruh musim.
Maung Bandung dikabarkan mendatangkan eks bintang PSG, Layvin Kurzawa. Sementara Macan Kemayoran secara resmi telah meresmikan bek sayap Timnas Indonesia, Shayne Pattynama.
Jendela transfer ini sepertinya menjadi panggung bagi “perang urat syaraf” antara Persib Bandung dan Persija Jakarta.
Kedua tim yang saat ini tengah bersaing ketat di zona juara tidak sekadar mencari pelapis, melainkan mendatangkan pemain kelas dunia untuk mengisi pos bek sayap kiri.
Persija Jakarta
Setelah sempat menjadi spekulasi, teka-teki masa depan Shayne Pattynama akhirnya terjawab. Persija Jakarta secara resmi mengumumkan kedatangan pemain berusia 27 tahun tersebut pada Jumat (23/1).
“DIA DI SINI. Selamat datang ke Persija, @s.pattynama,” tulis akun resmi klub Persija.
Mantan pemain Buriram United ini diikat kontrak durasi panjang selama 2,5 tahun. Langkah ini menunjukkan keseriusan manajemen Macan Kemayoran untuk membangun kekuatan jangka panjang.
Pattynama menyusul jejak Jordi Amat sebagai penggawa keturunan Timnas Indonesia yang memilih berkarier di Jakarta musim ini.
Persib Bandung
Tak mau kalah dengan rival abadi mereka, Persib Bandung yang berstatus sebagai juara bertahan sekaligus pemuncak klasemen paruh musim, melakukan gebrakan yang lebih masif.
Nama Layvin Kurzawa, bek veteran yang lama membela raksasa Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), disebut tinggal selangkah lagi diperkenalkan secara resmi.
Pengalaman Kurzawa di level tertinggi sepak bola Eropa diharapkan menjadi kunci bagi Maung Bandung tidak hanya untuk mempertahankan gelar liga, tetapi juga untuk berbicara banyak di kompetisi level Asia.
Adu Strategi di Sisi Kiri
Kehadiran Kurzawa dan Pattynama bukan sekadar urusan gengsi transfer, melainkan kebutuhan taktikal yang mendasar.
Layvin Kurzawa (33 tahun) membawa kematangan mental dan teknik kelas Eropa. Meski faktor usia menjadi pertimbangan, visi bermainnya diyakini masih berada di atas rata-rata pemain liga domestik.
Sedangkan bagi Persija, memilih Shayne Pattynama adalah langkah cerdas. Di usia 27 tahun, Shayne berada di masa keemasan.
Ia sudah beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Asia Tenggara setelah membela Buriram United, sehingga proses transisinya ke Persija diprediksi akan lebih cepat dibandingkan Kurzawa yang baru pertama kali merumput di Asia.
Persib butuh figur pemimpin untuk menjaga konsistensi di puncak, sementara Persija butuh energi baru untuk menggusur rivalnya. Sisi bek kiri kini akan menjadi motor serangan baru bagi kedua tim, mengingat baik Kurzawa maupun Pattynama dikenal sebagai fullback modern yang sangat agresif membantu penyerangan.
Persaingan menuju takhta juara Super League kini tidak hanya soal taktik di lapangan, tapi juga soal siapa yang mampu mengoptimalkan kualitas individu pemain bintang mereka.
Duel El Clasico Indonesia dipastikan akan semakin mewah dengan kehadiran dua pemain kidal ini. (*)




