Pramono Anung Tinjau Cengkareng Drain: Sudah Ada Penurunan Debit Air, Saya Yakin Segera Surut

suara.com
1 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Gubernur DKI Jakarta meninjau Pintu Air Cengkareng Drain pada Jumat (23/1/2026) untuk mengawasi regulasi banjir Jakarta Barat.
  • Tinggi muka air sempat mencapai status siaga 1 (380) namun mulai turun menjadi 350 karena mekanisme drainase berfungsi baik.
  • DKI Jakarta menerapkan Operasi Modifikasi Cuaca tiga kali sehari untuk mengurangi intensitas hujan ekstrem hingga 27 Januari.

Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melakukan inspeksi langsung ke Pintu Air Cengkareng Drain guna memastikan kesiapan sistem pengendalian banjir di wilayah Jakarta Barat.

Peninjauan yang dilakukan pada Jumat (23/1/2026) tersebut bertujuan untuk memantau efektivitas pintu air dalam meregulasi debit air yang mengalir dari berbagai sungai penyangga.

"Jakarta Barat merupakan titik kunci pertemuan berbagai aliran sungai. Saat ini memang masih terdapat beberapa titik banjir di wilayah Jakarta Barat. Namun, dengan adanya penurunan debit air di pintu air ini, saya meyakini kondisi tersebut akan segera surut," jelas Pramono.

Kondisi genangan di sejumlah wilayah seperti Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat dilaporkan telah mulai menyusut secara bertahap.

Meski demikian, kawasan Daan Mogot masih menjadi perhatian khusus sehingga memerlukan langkah penanganan yang lebih intensif dan taktis.

"Daan Mogot memang menjadi muara dampak aliran air dari berbagai wilayah. Namun, saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik. Debit air mulai turun, dan saya yakin Daan Mogot juga akan segera surut. Saya sudah meminta Bu Ika untuk menambah jumlah pompa agar penanganannya lebih efektif," tambahnya.

Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti turut mendampingi dalam pengecekan fungsi teknis sarana drainase primer tersebut.

Diana mengungkapkan bahwa tinggi muka air di lokasi sempat menyentuh level kritis pada pagi hari sebelum akhirnya menunjukkan tren penurunan.

"Tadi pagi debit air sempat tercatat di angka 380 atau berstatus bahaya atau siaga 1. Saat ini sudah mengalami penurunan menjadi 350, meskipun masih berstatus siaga 1 karena berada di atas angka 300," ujarnya.

Baca Juga: Banjir Kepung Jakarta

Penurunan debit ini menjadi indikator positif bahwa mekanisme pengaturan aliran air di Cengkareng Drain telah beroperasi sesuai dengan skenario yang diharapkan.

"Artinya, aliran air saat ini berjalan dengan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga agar genangan dan banjir bisa segera surut," kata Diana.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mengerahkan strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meredam intensitas hujan ekstrem yang tengah melanda Ibu Kota.

Upaya penyemaian awan tersebut dilakukan secara masif sebanyak tiga kali dalam sehari dan direncanakan berlangsung hingga 27 Januari mendatang.

Wilayah Jakarta Barat hingga sore ini masih terdampak banjir cukup parah dengan 40 RT tergenang.

Ketinggian air di kawasan Duri Kosambi dan Rawa Buaya bahkan masih ada yang mencapai 1,2 meter.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Jakarta Genangi 125 RT dan 14 Ruas Jalan, Ini Daftar Wilayah Terdampak
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Suara Hati Wardatina Mawa usai Insanul Fahmi Kode bakal Lepas Inara Rusli, Isyarat Sudah Muak Bertemu Lagi
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri: Perpanjangan tanggap darurat Aceh Tamiang demi rekonstruksi
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Sule Sindir Teddy Pardiyana, Memang Nggak Mau Kerja
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Hasil Super League: Menang di Solo, Borneo FC Gusur Persib dari Puncak Klasemen
• 20 menit lalumedcom.id
Berhasil disimpan.