JAKARTA, DISWAY.ID - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menargetkan memperluas program kesehatan nasional masyarakat pada tahun 2026 ini.
Tak hanya CKG (Cek Kesehatan Gratis) yang sudah satu tahun berjalan, Menkes Budi juga menyebut akan fokus melakukan penanganan dan pencegahan pada semester kedua ini.
BACA JUGA:Tanggul Kali Angke Jebol! Ratusan Rumah di Pinang Griya Terendam Banjir
BACA JUGA:1.300 Personel Gabungan Jaga Laga Persija vs Madura United di GBK
Dalam keterangannya, Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa seluruh biaya pencegahan hingga penanganan medis bagi masyarakat akan digratiskan.
"Tahun kedua ini, kita mau ada pencegahan dan penanganan. Nah, yang saya ingin sampaikan, bukan hanya Cek Kesehatannya yang gratis, tapi pencegahan dan penanganannya pun gratis," ujar Menkes Budi Gunadi saat konferensi pers via Zoom, Jumat 23 Januari 2026.
Meski mengusung konsep gratis, Budi memberikan catatan penting mengenai mekanisme pelaksanaannya di lapangan. Ia menjelaskan bahwa ada batas waktu tertentu bagi masyarakat umum sebelum akhirnya sistem penjaminan beralih sepenuhnya ke BPJS Kesehatan.
BACA JUGA:Katulampa Bogor SIAGA 3 Tembus 100 Centimeter, Potensi Banjir Kiriman ke Jakarta 10-12 Jam Lagi
Menurut Menkes, seluruh 280 juta rakyat Indonesia berhak mendapatkan penanganan medis cuma-cuma pada 15 hari pertama.
Namun, untuk kelanjutan pengobatan setelah periode tersebut, status kepesertaan BPJS menjadi syarat mutlak agar pasien tidak dikenakan biaya.
"Gratisnya ini 15 hari pertama untuk seluruh 280 juta rakyat Indonesia. Sisanya, masyarakat yang memiliki BPJS itu gratis. Tapi kalau masyarakatnya tidak memiliki BPJS, ya dia harus bayar setelah 15 hari," ujar Menkes.
BACA JUGA:Jasa Ojek Gerobak, Jadi Penyelamat Pemotor Terjebak Banjir di Perempatan Puri
Menkes Budi turut menyentil gaya hidup masyarakat yang masih enggan membayar iuran kesehatan. Ia mengimbau warga untuk segera mengaktifkan kembali kartu BPJS mereka yang mungkin sudah tidak aktif atau menunggak.
Ia memberikan perbandingan sederhana mengenai nilai iuran bulanan BPJS yang dinilainya sangat terjangkau jika dibandingkan dengan pengeluaran rutin lainnya, seperti rokok.
"Ayo cepat segera mengaktifkan BPJS masyarakat. Bayarnya itu berapa puluh ribu lah sebulan. Harusnya jauh lebih sedikit daripada uang rokok," kata Budi.




