Hujan Ekstrem Berpotensi Landa Jawa Barat 3 Hari ke Depan

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bandung: Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur wilayah Kabupaten Bandung Barat sepanjang Jumat, 23 Januari 2026. Curah hujan tinggi yang turun sejak dini hari disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di beberapa titik.

Di wilayah Lembang, akses jalan sempat terhambat akibat pohon tumbang, antara lain di Jalan Baru Adjak, Jalan Cibodas, dan jalur penghubung Punclut. Kejadian serupa terjadi di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, di mana pohon tumbang menimpa sejumlah kendaraan yang sedang terparkir.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Jawa Barat selama tiga hari ke depan. Pada Jumat ini, BMKG menyebut sejumlah kabupaten dan kota masuk kategori siaga karena diprakirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Wilayah tersebut meliputi Bogor, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung Barat, Cianjur, Majalengka, hingga Kuningan.

Untuk periode Sabtu, 24 Januari, hingga Minggu, 25 Januari 2026, status diperingatkan menjadi waspada. Potensi hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi merata di hampir seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.
 

Baca Juga :

Dua Pekan Kudus Terendam Banjir, 2.011 Jiwa Masih Mengungsi


Dalam keterangan resminya, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Dalam sepekan ke depan (23-29 Januari 2026), sejumlah wilayah di Jawa Barat diperkirakan mengalami peningkatan intensitas hujan.

"Masyarakat diharapkan dapat mengambil langkah antisipatif agar aktivitas harian tetap berlangsung aman dan lancar. Mengingat cuaca bersifat dinamis, diimbau tetap tenang dan waspada serta melakukan langkah antisipasi terhadap potensi bencana hidrometeorologi," tulis BMKG dikutip Media Indonesia.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, peningkatan pertumbuhan awan hujan pada periode sepekan ke depan dipengaruhi beberapa fenomena. Pada skala global, indeks ENSO di wilayah Nino 3.4 terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan kondisi La Nina lemah, berpotensi meningkatkan pembentukan awan hujan.


Ilustrasi Medcom.id

Pada skala regional, aktivitas gelombang Kelvin dan Low Frequency diprakirakan aktif di wilayah Pulau Jawa dan berkontribusi pada peningkatan aktivitas konvektif. Kondisi ini didukung suhu muka laut yang relatif hangat di sekitar perairan Indonesia, yang berperan sebagai sumber suplai uap air. Selain itu, terpantau adanya belokan angin dan daerah konvergensi di wilayah Jawa Barat yang berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan.

"Dukungan dinamika tersebut diperkuat oleh kondisi labilitas atmosfer yang berada pada kategori labil sedang hingga kuat, sehingga semakin meningkatkan potensi terbentuknya awan konvektif pada skala lokal," tambah BMKG.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono Ungkap Penyempitan Aliran Sungai Jadi Penyebab Banjir Jakarta
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hujan Seharian, Daan Mogot Pesing Terendam Banjir 1 Meter
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Update Operasi SAR Pesawat ATR 42-500: 10 Korban Telah Ditemukan
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kecelakaan Tunggal di Tol Pandaan-Malang Menelan Korban Jiwa, Dipicu Pecah Ban
• 2 jam laluaremaniariza
thumb
Burs Transfer BRI Super League: Pedro Matos Gabung, 6 Pemain Persebaya Resmi Out
• 2 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.