Data BI: Kredit UMKM Mulai Menggeliat, Prospek Ekonomi 2026 Bakal Cerah?

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit ke Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mulai menggeliat. Hal ini didorong oleh pertumbuhan kredit skala kecil yang tumbuh sebesar 6,8% secara tahunan (year on year/YoY).

Berdasarkan laporan Perkembangan Uang Beredar yang dirilis BI, penyaluran kredit kepada UMKM mencapai Rp1.493,8 triliun, mengalami kontraksi sebesar 0,3% YoY. Kendati begitu, kondisi ini lebih baik dibandingkan kontraksi pada bulan lalu yang sebesar 0,7% YoY.

“Penyaluran kredit kepada UMKM pada November 2025 terkontraksi sebesar 0,3%YoY, lebih baik dibandingkan kontraksi pada bulan sebelumnya,” ungkap BI dalam laporannya, Jumat (23/1/2026).

Otoritas moneter mengungkapkan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit skala kecil. Pada Desember 2025, kredit skala kecil tumbuh 6,8% YoY menjadi Rp528,1 triliun, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tumbuh 5,9% YoY.

Usaha Skala Mikro Kontraksi

Kendati begitu, kredit UMKM pada skala mikro dan menengah masih mengalami kontraksi, meski lebih baik dibandingkan November 2025 yang masing-masing tumbuh 5,5% YoY dan 0,6% YoY.  Pada Desember 2025, kredit UMKM pada skala mikro dan menengah masing-masing terkontraksi sebesar 4,6% YoY dan 2,0% YoY

Adapun menurut jenis penggunaan, kontraksi kredit UMKM pada Desember 2025 dipengaruhi oleh Kredit Modal Kerja sebesar 4,2% YoY, membaik dibanding November 2025 yang sebesar 4,1% YoY.

Baca Juga

  • Bank Indonesia Ramal Kredit pada 2026 Tumbuh Lebih Tinggi, DPK Bakal Melambat
  • Usai Tahan BI Rate 4,75%, Kapan Bank Indonesia Pangkas Suku Bunga Acuan Lagi?
  • Arah Nilai Tukar Rupiah Setelah Bank Indonesia Tahan BI-Rate dalam RDG Perdana 2026

Gubernur BI Perry Warjiyo sebelumnya mengungkapkan minat penyaluran kredit perbankan terus membaik, tecermin dari persyaratan pemberian kredit (lending requirement) yang semakin longgar, kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM.

Perry mengatakan, masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut menjadi alasan bank belum maksimal menyalurkan kredit ke segmen ini. “Kecuali pada segmen kredit konsumsi dan UMKM akibat masih tingginya risiko kredit pada kedua segmen tersebut,” kata Perry dalam konferensi pers Hasil RDG Bulanan, Rabu (23/1/2026).

Tren Pembiayaan Turun

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae sebelumnya menyampaikan bahwa terdapat tren pertumbuhan pembiayaan yang cenderung melambat dalam kurun waktu setahun terakhir.

Menurutnya, kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh dinamika perekonomian global dan nasional, adanya perubahan pola konsumsi masyarakat sebagai dampak dari tekanan daya beli pada masyarakat kelas menengah ke bawah, risiko kredit UMKM yang relatif lebih tinggi dibandingkan segmen lainnya, dan proses pemulihan dari dampak pandemi Covid-19 yang relatif lebih lambat dibandingkan korporasi.

Kendati begitu, Dian menyebut bahwa perbankan masih cukup optimistis terhadap pertumbuhan kredit UMKM, tecermin dari kredit UMKM yang masih diproyeksikan tumbuh positif pada akhir 2026. 

“Berbagai program dan kebijakan dari Pemerintah diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit kepada debitur UMKM yang memiliki prospek usaha baik untuk melakukan ekspansi,” ujar Dian.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Demi Gaza, Menlu Sugiono Ungkap Alasan Indonesia Gabung Board of Peace Bentukan Trump
• 8 jam laludisway.id
thumb
Hujan sangat lebat berpotensi guyur Jakarta hingga 24 Januari 2026
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Senyum di Balik Bencana, Belasan Bocah Penyintas di Aceh Tamiang Ikuti Khitanan Massal
• 6 jam lalurepublika.co.id
thumb
Atap SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk Diamuk Hujan Deras
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Taeyong, Aespa, Lee Min-Ho, dan JISOO Blackpink Hadir di CATCHPLAY+
• 1 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.