Bisnis.com, PALEMBANG— Posisi Direktur Utama definitif Bank Sumatra Selatan dan Bangka Belitung (Bank Sumsel Babel) masih kosong sampai saat ini.
Kekosongan jabatan pucuk pimpinan di bank pembangunan daerah (BPD) tersebut terjadi setelah calon yang sebelumnya diusulkan tidak lolos uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Iya, yang kemarin (calon dirut) tidak lolos uji di OJK,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
Deru memastikan pihaknya akan kembali mengusulkan nama calon direktur utama yang baru. Namun, dia enggan mengungkapkan siapa sosok yang akan diajukan ke publik.
“Rahasia itu,” singkatnya.
Sebagai informasi, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Juni 2025, Bank Sumsel Babel sempat menetapkan Harry Gale sebagai direktur utama.
Baca Juga
- Bos OJK Respons Langkah Bareskrim Geledah Kantor Dana Syariah Indonesia (DSI)
- Porsi Kredit Nganggur Masih Besar, OJK ungkap Pemicunya
- BI, OJK & LPS Temui Purbaya, Bahas Rupiah hingga Update Kondisi Ekonomi
Namun, setelah mengikuti proses uji kelayakan dan kepatutan di OJK, Harry Gale dinyatakan belum memenuhi persyaratan sehingga tidak dapat ditetapkan secara efektif sebagai dirut.
Meski belum memiliki direktur utama definitif, operasional Bank Sumsel Babel tetap berjalan normal di bawah kepemimpinan Pelaksana Pengganti Sementara (PPS) Direktur Utama, Festero Mohamad Papeko.





