Harga Daging Naik Jelang Ramadan, Sekum INKOPPAS Sarankan Pemerintah Segera Lakukan Impor

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menjelang Bulan Suci Ramadhan, harga daging kembali naik dan imbasnya ke pembeli dan pedagang karena mempertimbangkan daya beli masyarakat yang tengah menurun.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Umum (Sekum) Induk Koperasi Pedagang Pasar (INKOPPAS) Andrian Lame Muhar melaporkan pedagang daging di sejumlah pasar tradisional memilih menghentikan sementara penjualan sebagai bentuk keprihatinan atas melonjaknya harga daging sapi yang mencapai Rp140.000 per kilogram, bahkan Rp200.000 di wilayah BSD.

Pedagang berpikir kalau menjual dengan harga terlalu tinggi, sementara daya beli masyarakat sedang turun, pasti pembeli akan berkurang. Melihat itu, pedagang daging lebih memilih tidak berjualan, ketimbang mengeluarkan biaya stok karena beresiko.

Beberapa pedagang daging di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Rawamangun dan Parung Panjang memilih mogok berjualan.

Lame menilai kenaikan harga sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dengan berbagai faktor penyebab. Pertama, importasi sedang diperketat pemerintah.

Kedua, negara pengekspor sedang menata ulang strategi ekspor mereka. Ketiga, impor anakan sapi membutuhkan biaya tambahan untuk pakan dan tempat, ditambah cuaca buruk yang mempersulit penyediaan pakan.

"Di mana kita memasuki libur panjang kemarin dan sebentar lagi Ramadan, permintaan sedang tinggi tapi pasokan sedikit. Ada ketimpangan antara suplai dan permintaan. Faktor lain yang memperparah situasi adalah isu adanya pengusaha yang menyimpan stok daging untuk persiapan dapur umum program Bergizi Gratis Nasional (BGN)," kata Lame.

Untuk itu, Lame menyampaikan tiga saran kepada pemerintah; pertama, membuka keran impor secepat mungkin ketika terjadi kekurangan pasokan daging lokal.

Kedua, menjalin kerja sama bilateral dengan negara produsen agar memberikan harga khusus untuk Indonesia. Ketiga, meningkatkan kualitas peternak lokal agar dapat bersaing di pasaran.

"Jangan sampai importasi dikuasai segelintir pengusaha besar saja. Kalau bisa barang importasi langsung masuk ke pasar rakyat sehingga masyarakat bisa membelinya dengan mudah. Pemerintah dapat melibatkan koperasi pedagang pasar untuk mendukung kebutuhan dana agar pedagang bisa menyimpan stok tanpa menahan anggaran terlalu lama," tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas di Pegadian Hari Ini 23 Januari 2026: Galeri24 dan UBS Kompak Turun
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
Trump Tegaskan AS Bisa Melakukan Apapun setelah Kesepakatan soal Greenland
• 6 jam lalufajar.co.id
thumb
Jose Mourinho Keluarkan Peringatan kepada Real Madrid, Siap Gagalkan Lolos ke 16 Besar Liga Champions
• 9 jam laluharianfajar
thumb
Luis Henrique Harus Siap Angkat Koper, Inter Milan Semakin Dekat untuk Jemput Ivan Perisic 
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Edukasi Publik Jadi Kunci Menekan Risiko Penyalahgunaan Data Pribadi di Era Digital
• 20 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.