Viral Dua Siswa Bersaudara Disanksi Tak Dijatah Makan Usai Ibunya Kritik MBG, Maria A Alkaff: Kok Segitunya Sih?

fajar.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pegiat Media Sosial, Maria A Alkaff menyoroti peristiwa dua bersaudara disanksi tak diberi Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka masing-masing Siswa Madrasah Ibtidaiyah, Alfa, dan adiknya Arsya, siswa Raudhatul Athfal (RA) Ma’arif, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

“Hati mana yang tidak tersayat?” tulis Maria dikutip dari unggahannya di X, Jumat (23/1/2026).

Maria mengatakan ibunya hanya mengkritik. Hal yang mestinya ditanggapi tidak dengan menghukum anaknya.

“Seorang ibu mengkritik kualitas MBG, yang katanya untuk rakyat, tapi balasannya apa? Anaknya dihukum tidak boleh makan selama tiga hari!”

“Yaa Allah, kok segitunya sih?” tambah Maria.

Adapun isu itu mencuat setelah videonya diunggah Jurnalis, Adi Sipriadi di Instagramnya @coachaddie.real. Di video terlihat seorang pria menanyai Alfan, siswa yang tak dapat jatah MBG.

“Tiga hari,” kata Alfan saat ditanyai sudah berapa lama tidak mendapat jatah MBG.

Alfan mengaku satu-satunya siswa yang tak dapat jatah. Sementara temannya semua mendapat.

“Bestie, coba lihat ini. Hati mana yang tidak tersayat? Seorang ibu mengkritik kualitas makanan MBG—Program Makan Bergizi Gratis yang katanya untuk rakyat—tapi balasannya apa? Anaknya dihukum tidak boleh makan selama tiga hari!” tulis Adi dalam keterangan unggahannya.

“Bukan cuma lapar fisik, tapi mentalnya dihancurkan karena Seperti ” dipaksa ” menonton teman-temannya yang sedang lahap menyantap Nasi,” tambahnya.

Apalagi, kata dia, kejadian itu di Madrasah. Walau tak menyebut tepatnya lokasi sekolahnya.

“Di sekolah Madrasah pula! Apakah ini potret pendidikan kita hari ini? Kritik dibungkam dengan intimidasi, dan anak kecil jadi korbannya. Apakah ini ‘zaman kegelapan’ yang baru? Ingat, ketidakadilan yang dibiarkan terlalu lama adalah alarm bahaya bagi bangsa ini,” ujarnya.

“Kritik itu vitamin buat perbaikan, bukan racun yang harus dibalas dengan dendam. Kalau urusan perut anak-anak saja sudah dipolitisasi dan dijadikan alat intimidasi, lantas di mana letak kemanusiaan yang adil dan beradab?” sambungnya.

Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Gratis (SPPG) setempat juga telah angkat suara. Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan anak tersebut sebenarnya dapat MBG tiap hari.

“Sebetulnya anak itu dapat tiap hari. Saya punya bukti-buktinya, jadi ada anak-anak yang tidak masuk, itu diberi ke yang bersangkutan,” ujarnya.

Dia juga mengakui, sanksi itu karena kritik ibu siswa tersebut di media sosial.

“Itu gini pak, kalau postingan itu berupa saran, kritik, masukan, kami terima. Kalau postingan itu berupa fitnah, atau berupa ujaran kebencian, atau hal yang merusak nama baik kita, menurut saya kami harus melakukan pembelaan,” pungkasnya. (Arya/Fajar)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Polisi Amankan Dua Pelaku Tawuran Maut di Bekasi
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Pucuk Pimpinan Kejari Batu Berpindah Tongkat Komando dari Dr. Andy Sasongko
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Hasil Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Menderita Dua Kekalahan Beruntun
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Atap SMAN 2 Gunung Putri Bogor Ambruk Diamuk Hujan Deras
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sempat Absen, Ahok Bakal Jadi Saksi Kasus Anak Riza Chalid Pekan Depan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.