Peneliti Pukat UGM Sebut OTT Sudewo Cegah Korupsi Berjamaah di Pati

kompas.tv
3 jam lalu
Cover Berita
Bupati Pati Sudewo (kedua kiri) saat dikawal petugas setibanya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (20/1/2026), setelah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT). (Sumber: ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nym.)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rochman berpendapat, operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan pemerasan jual beli jabatan oleh Bupati Pati nonaktif, Sudewo mencegah korupsi berjamaah ke depan.

Sebagai informasi, Bupati Pati nonaktif, Sudewo menjadi tersangka pada kasus dugaan tindak pidana pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Zaenur mempertanyakan cara yang akan digunakan oleh para calon perangkat desa untuk mengembalikan uang yang mereka serahkan, jika kasus tersebut tidak terungkap oleh KPK.

Baca Juga: Sudewo Jadi Tersangka, KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati

“Pertanyaannya, dengan cara apa para perangkat desa itu nanti akan mengembalikan modal ketika mereka ikut selesksi itu? caranya dengan melakukan korupsi juga. Entah itu sekretaris desa, kepala urusan, kepala dusun, mereka akan korupsi berjamaah di desa,” kata Zaenur dalam dialog Kompas Petang, Kompas TV, Jumat (23/1/2026).

“Kita sangat bersyukur ketika KPK melakukan tangkap tangan, setidak-tidaknya ini bisa menjadi pencegah terjadinya korupsi berjamaah di Pati ke depannya,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai kemungkinan para perangkat desa terbiasa mengumpulkan uang untuk upeti, Zaenur menyebut dugaan pemerasan memang kerap terjadi di desa.

“Jadi memang di desa itu sudah sangat sering diperas oleh atas. Siapa itu atas? Mulai dari para pejabat daerah, mohon maaf juga ini, aparat penegak hukum, kemudian juga auditor,” tuturnya.

“Bahkan ada LSM-LSM (lembaa swadaya masyarakat) ‘bodrex’, wartawan-wartawan ‘bodrex’ yang kemudian mereka mendekati para perangkat desa, kepala desa, dengan memberikan ancaman-ancaman, kalau tidak mengikuti akan A, akan B, begitu ya,” bebernya.

Ia menambahkan, ada dua kemungkinan yang menyebabkan para perangkat desa tersebut ketakutan saat ditakut-takuti.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Deni-Muliya

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pukat ugm
  • pusat kajian antikorupsi
  • ott bupati pati
  • bupati sudewo
  • kpk
  • komisi pemberantasan korupsi
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Prabowo Ungkap Sikap Indonesia di Forum Ekonomi Dunia 2026: Kami Ingin Jadi Sahabat bagi Semua
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Resmi Jadi Apparel Timnas Indonesia, Ini 8 Desain Kelme untuk Jersey Tim Nasional
• 2 jam lalubola.com
thumb
Jelang Ramadan, Brand Fashion Lokal Genjot Penjualan Lewat Live Streaming
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Longsor Terjang Jagakarsa, Dua Rumah Rusak dan Harta Benda Hanyut ke Kali
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Hujan Deras, Longsor Timbun Rumah di Srengseng Sawah Jaksel
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.