PKB Minta Pemerintah Gerak Cepat Atasi Banjir di Wilayah Lumbung Pangan: Petani Itu Pahlawan Kita

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah luar biasa dalam menangani dampak banjir yang meluas di sejumlah wilayah lumbung pangan nasional. Banjir yang merendam ribuan hektare sawah dinilai tidak bisa lagi diperlakukan sebagai bencana rutin, melainkan ancaman serius terhadap kedaulatan pangan nasional dan keberlangsungan hidup petani.

Wakil Ketua Harian DPP PKB, Najmi Mumtaza Rabbany, yang akrab disapa Gus Najmi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi para petani yang sawahnya terendam banjir, khususnya di kawasan Pantura Jawa seperti Demak, Kudus, dan Pati, serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Sulawesi.

Baca Juga :
Resmikan Majelis Al-Halimah, Cucun Dorong Transformasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045
Pastikan Pupuk Murah untuk Petani, Wamentan Sudaryono ke Aljazair Amankan Bahan Baku

Ilustrasi petani di Tiongkok menggunakan pestisida untuk tanamannya
Photo :
  • CIRS

“Petani adalah pahlawan pangan kita. Ketika mereka kehilangan sawah, modal, dan harapan, negara tidak boleh hadir setengah-setengah. Ini bukan sekadar soal banjir, tapi soal masa depan pangan dan kesejahteraan rakyat kecil,” ujar Gus Najmi dalam keterangannya, Jumat, 23 Januari 2026.

PKB menilai langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah pendataan yang akurat, transparan, dan menyeluruh terhadap seluruh petani terdampak. Pemerintah pusat dan daerah diminta turun langsung ke lapangan agar tidak ada petani yang terlewat dari skema bantuan hanya karena persoalan administrasi.

Ancaman gagal panen atau puso juga dinilai semakin nyata. Dengan biaya tanam rata-rata mencapai Rp10–12 juta per hektare, total kerugian petani di berbagai daerah terdampak diperkirakan dapat menembus angka triliunan rupiah. Maka itu, PKB mendesak pemerintah menyiapkan kompensasi atau subsidi penggantian modal tanam secara langsung.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada skema asuransi pertanian yang jangkauannya terbatas. Negara harus hadir melalui alokasi anggaran darurat agar petani bisa segera menanam kembali setelah air surut,” tegasnya.

Lebih lanjut, PKB mengingatkan bahwa penurunan produksi padi akibat banjir berpotensi memicu kenaikan harga beras secara nasional. Pemerintah diminta segera melakukan mitigasi stok pangan dan tidak menjadikan kondisi ini sebagai alasan untuk membuka keran impor beras yang justru berpotensi menekan harga gabah petani di kemudian hari.

Selain penanganan jangka pendek, PKB juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur pertanian dan tata ruang di wilayah lumbung pangan. 

Baca Juga :
Strategi MANU Bikin Lahan Tidur Jadi Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan
Strategi MANU Bikin Lahan Tidur Jadi Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan
Cara YSPN Beri Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah di Tasikmalaya

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dari Davos, Prabowo Kirim Peringatan Keras: Era Pejabat Bisa Dibeli Sudah Berakhir
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Hutan, Tanah, dan Warga yang Hidup di Antara Garis
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Rekor Baru Harga Emas Antam, Tembus Rp2,88 Juta per Gram
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Korban Banjir Rob di Bekasi Terima Bantuan dari Baznas
• 58 menit lalujpnn.com
thumb
Eri dan Armuji Satukan Langkah di Suara Surabaya
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.