Jakarta (ANTARA) - SDN Srengseng Sawah 01, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama cuaca ekstrem untuk menjaga keamanan dan keselamatan pihak terkait.
"Hari ini, kami sudah melaksanakan PJJ secara daring (online). Dari total 31 tenaga pendidik kami, empat orang kerja dari rumah (work from home/WFH) karena kendala jarak jauh dan faktor cuaca, sementara sisanya tetap berada di sekolah," kata Kepala SDN Srengseng Sawah 01, Zainuddin di Jakarta, Jumat.
Zainuddin mengatakan, PJJ Jumat ini dilakukan berdasarkan Dinas Pendidikan DKI melalui Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 dan mengacu pada SE Sekdaprov DKI Nomor 2/SE/2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel Karena Cuaca Ekstrem dan memerhatikan prediksi cuaca.
Dia menjelaskan, ada 20 rombongan belajar dengan total 636 siswa sedang PJJ.
Baca juga: Meski PJJ akibat banjir, SMAN 62 Jakarta tetap salurkan MBG
Berdasarkan laporan, tingkat partisipasi mencapai hampir 100 persen. Hanya sekitar 14 siswa yang belum bisa mengakses pembelajaran dikarenakan kendala perangkat komunikasi atau telepon seluler.
Dia menilai proses berjalan berjalan tetap lancar dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung seperti biasa sesuai jadwal mata pelajaran.
"Kami berharap PJJ ini tidak mengurangi makna dan kualitas KBM, sehingga hasilnya tetap optimal layaknya pembelajaran tatap muka," ucapnya.
Sementara itu, Camat Jagakarsa, Satia menambahkan pada Jumat ini seluruh jajarannya dipastikan turun langsung ke lokasi banjir ataupun sekolah-sekolah yang sedang PJJ untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan baik.
Baca juga: Banjir Jakarta, sekolah di Jaktim terapkan PJJ hingga 28 Januari
"Tadi saya meninjau ke sejumlah sekolah, semua berjalan baik. Jadi, saya juga minta kepada peserta didik untuk belajar dengan baik, tidak keluar rumah pada saat cuaca sedang tidak baik-baik saja," kata Satia.
"Hari ini, kami sudah melaksanakan PJJ secara daring (online). Dari total 31 tenaga pendidik kami, empat orang kerja dari rumah (work from home/WFH) karena kendala jarak jauh dan faktor cuaca, sementara sisanya tetap berada di sekolah," kata Kepala SDN Srengseng Sawah 01, Zainuddin di Jakarta, Jumat.
Zainuddin mengatakan, PJJ Jumat ini dilakukan berdasarkan Dinas Pendidikan DKI melalui Surat Edaran (SE) Nomor 9/SE/2026 dan mengacu pada SE Sekdaprov DKI Nomor 2/SE/2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel Karena Cuaca Ekstrem dan memerhatikan prediksi cuaca.
Dia menjelaskan, ada 20 rombongan belajar dengan total 636 siswa sedang PJJ.
Baca juga: Meski PJJ akibat banjir, SMAN 62 Jakarta tetap salurkan MBG
Berdasarkan laporan, tingkat partisipasi mencapai hampir 100 persen. Hanya sekitar 14 siswa yang belum bisa mengakses pembelajaran dikarenakan kendala perangkat komunikasi atau telepon seluler.
Dia menilai proses berjalan berjalan tetap lancar dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung seperti biasa sesuai jadwal mata pelajaran.
"Kami berharap PJJ ini tidak mengurangi makna dan kualitas KBM, sehingga hasilnya tetap optimal layaknya pembelajaran tatap muka," ucapnya.
Sementara itu, Camat Jagakarsa, Satia menambahkan pada Jumat ini seluruh jajarannya dipastikan turun langsung ke lokasi banjir ataupun sekolah-sekolah yang sedang PJJ untuk memastikan seluruh prosesnya berjalan dengan baik.
Baca juga: Banjir Jakarta, sekolah di Jaktim terapkan PJJ hingga 28 Januari
"Tadi saya meninjau ke sejumlah sekolah, semua berjalan baik. Jadi, saya juga minta kepada peserta didik untuk belajar dengan baik, tidak keluar rumah pada saat cuaca sedang tidak baik-baik saja," kata Satia.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482026/original/082841800_1769155548-ATK_BOLANET_BRI_SUPER_LEAGUE_BIG_MATCH__1_.jpg)

