Dedi Mulyadi Ingin Terapkan Konsep Danantara, sang Gubernur Sentil BUMD Jabar yang Minim Keuntungan

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Dedi Mulyadi ingin terapkan konsep Danantara dalam mengelola BUMD (Badan Usaha Milik Daerah). Sang gubernur menyentil soal keuntungan yang sebelumnya sangat minim.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak membicarakan terkait BUMD yang belum memberikan keuntungan bagi daerah. Padahal suntikan modal selalu diberikan.

Selain itu, ia juga menyebut bahwa sudah banyak BUMD di Jawa Barat yang memiliki aset bernilai besar. Cuplikan pernyataannya ia bagikan melalui Instagram @dedimulyadi71.

"Konsep Danantara merupakan konsep yang hari ini akan diikuti oleh Pemprov Jabar, Pak."

"Karena kita juga banyak BUMD yang namanya ada, tapi aktivitasnya tiada. Dan kemudian juga mendapat modal yang cukup besar dari Pemprov Jabar tapi di kasnya kosong semua," ujar Dedi.

"Tetapi asetnya relatif tinggi hampir 4 triliun aset. Dan itu sebuah nilai strategis," tambahnya.

Kini pria yang akrab disapa Kang Dedi itu berencana akan menerapkan konsep Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam mengelola BUMD Jawa Barat. Ia juga menuturkan bahwa BUMD nantinya akan dikelola dalam satu holding khusus kecuali Bank Jabar Banten (BJB).

Dilansir dari Tribunnews, diketahui saat ini terdapat sekitar 41 BUMD yang dimiliki Pemprov Jawa Barat. Puluhan BUMD itu bergerak di berbagai bidang, mulai dari keuangan, konstruksi, energi, ketahanan pangan, pariwisata, jasa, dan lainnya.

Keputusannya itu juga dilatarbelakangi karena beberapa hal yang tidak beres dalam skema lelang dan kerja di BUMD Jawa Barat. Ia lalu mencontohkan salah satu BUMD yang menyewakan mobil listrik ke Pemprov Jabar dengan nilai satu mobil Rp 350 juta dalam setiap tahun.

"Itu dalam satu tahun menghabiskan Rp 11 miliar lebih. Saya coret sekarang, karena BUMD-nya sampai sekarang enggak ada duit, karena uang pendapatan yang Rp 11 miliar itu dibikin lagi anak perusahaan baru. Untuk mengkamuflase agar uangnya lari," ujar Dedi.

 

Menurutnya, pengelolaan BUMD harus mengedepankan aspek independensi dan tidak diintervensi oleh kepentingan politik. Sejak dirinya menjabat sebagai gubernur, Dedi mengklaim tidak pernah menempatkan orang-orang dari tim suksesnya di BUMD.

"Saya tidak melakukan itu, ketika jadi Gubernur maka Gubernur biasanya pusing untuk menempatkan tim sukses. Maka tim suksesnya jadi direktur BUMD ini, direktur BUMD itu, direktur BUMD ini dan BUMD itu mendapat stimulus dari APBD. Setelah itu ditambah komisaris. Nah, nanti ganti Gubernur, ganti semua, ganti lagi," jelas Dedi.

"Karena finansial itu harus netral dari intervensi politik dan dari penempatan tim sukses dalam pengelolaan. Dan itu saya lakukan di Jawa Barat. Saya enggak mau itu," tambahnya.

Berbagai pertimbangan itu membuat Dedi Mulyadi ingin terapkan konsep Danantara dalam mengelola BUMD di Jawa Barat. Sang gubernur pun menyentil soal keuntungan yang sebelumnya sangat minim dan berharap bisa segera mendapatkan peningkatan. (*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ribuan hektare sawah di Karawang terendam banjir
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Viral Video Kurzawa Sedang Asyik Ngobrol dengan Pelatih Persib Bojan Hodak
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Prajurit TNI Temukan 6 Korban Pesawat ATR yang Jatuh di Pangkep
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
9 Potret dekorasi & menu makanan pertunangan El Rumi & Syifa Hadju, momen hangat kumpul keluarga besar
• 6 jam lalubrilio.net
thumb
Dito Ariotedjo Bakal Penuhi Panggilan KPK soal Korupsi Kuota Haji
• 11 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.