Palpasi Indonesia Buka Short Course Lingkungan dan HAM, Tantang Anak Muda Lawan Climate Apartheid

fajar.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Palpasi Indonesia resmi membuka kegiatan Short Course Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah meningkatnya ancaman krisis iklim global, Kamis (22/1/2026).

Program yang digelar secara daring melalui platform Zoom ini menjadi ruang diskursus strategis yang mengaitkan isu keadilan ekologis dengan perlindungan martabat manusia, sekaligus menantang generasi muda menjawab fenomena climate apartheid melalui pendekatan hukum yang kritis.

Kegiatan pembukaan tersebut dihadiri oleh Billy Mambrasar, S.T., B.Sc., MBA., EdM. sebagai keynote speaker, Direktur Eksekutif Intira Andi Dzulfahmi, Sekretaris Jenderal Palpasi Indonesia Yulinar Havsa Pasaribu, jajaran pengurus nasional Palpasi Indonesia, serta diikuti oleh 50 peserta terpilih hasil seleksi dari berbagai daerah di Indonesia.

Ketua Umum Palpasi Indonesia, Andi Muh. Riski AD, dalam sambutannya menegaskan bahwa short course ini dirancang bukan sebagai agenda seremonial semata, melainkan sebagai ruang pembentukan intelektual dan advokat muda yang memiliki kepekaan terhadap persoalan lingkungan hidup dan HAM.

Ia menilai krisis iklim tidak lagi bisa dipandang sebagai isu teknis lingkungan, tetapi telah menjadi persoalan hukum dan keadilan global.

Mengacu pada perkembangan hukum internasional, Andi Muh. Riski menyoroti adanya pergeseran paradigma dunia menuju pendekatan ekosentris.

“Kita hidup di era di mana konstitusi Ekuador dan Bolivia telah mengakui ‘Rights of Nature’, menempatkan alam sebagai subjek hukum, bukan sekadar properti. Kita juga belajar dari kasus Urgenda di Belanda, di mana kegagalan negara menekan emisi dianggap pelanggaran HAM,” ujarnya.

Ia menambahkan, ancaman climate apartheid—di mana kelompok rentan menjadi pihak paling terdampak krisis iklim—harus dijawab dengan kerangka analisis yang tajam dan berkeadilan.

“Melalui Short Course ini, Palpasi Indonesia ingin membekali peserta dengan pisau analisis Ekologi Politik dan Kriminologi Hijau. Kita harus kritis membedah relasi kuasa di balik kerusakan alam dan memastikan kita tidak mewariskan bumi yang bangkrut kepada generasi mendatang. Ini adalah soal keadilan antargenerasi,” tegas Andi Muh. Riski AD.

Dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan ini juga datang dari Direktur Eksekutif Intira, Andi Dzulfahmi. Ia mengapresiasi langkah Palpasi Indonesia yang dinilai mampu menghadirkan forum pembelajaran substantif di tengah maraknya kejahatan lingkungan yang kerap berlindung di balik legalitas formal.

“Intira mendukung penuh lahirnya kader-kader yang melek hukum dan lingkungan melalui forum seperti ini,” ungkapnya.

Kehadiran Billy Mambrasar turut menambah bobot diskusi dalam sesi pembukaan. Dengan pengalamannya sebagai Staf Khusus Presiden RI periode 2019–2024 dan kini menjabat Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua di bawah pemerintahan Presiden Prabowo, Billy menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.

Ia menilai anak muda Indonesia harus tampil sebagai aktor utama dalam transisi menuju ekonomi hijau yang berkeadilan.

Diskusi pembukaan dipandu oleh Rini Asriani selaku Ketua Bidang Demokrasi dan HAM Palpasi Indonesia sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan. Rini menjelaskan bahwa minat pendaftar untuk mengikuti short course ini sangat tinggi, namun hanya 50 peserta terbaik yang dinyatakan lolos seleksi.

“Peserta akan mengikuti rangkaian materi padat selama delapan kali pertemuan, mulai hari ini, 22 Januari hingga 8 Februari 2026. Kami menghadirkan kurikulum yang memadukan teori hukum, analisis kebijakan, hingga strategi advokasi,” jelas Rini Asriani.

Melalui program ini, Palpasi Indonesia berharap dapat melahirkan alumni yang tidak hanya memahami konsep dan teori, tetapi juga siap terjun langsung mengawal kasus-kasus struktural yang mengancam kelestarian lingkungan hidup dan pemenuhan hak asasi manusia di daerah masing-masing.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Belajar Jarak Jauh Jadi Alternatif Demi Keselamatan Siswa di Tengah Cuaca Ekstrem 
• 10 jam lalukompas.id
thumb
Anak ke-4 Meninggal Dunia, Rizal Armada: Nangisnya Nangis Bahagia
• 4 jam lalugrid.id
thumb
Prajogo Pangestu Rogoh Rp 25,77 Miliar Lagi Borong Saham CUAN, BRPT, BREN
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Manuver Politik PSI untuk Pilpres 2029, Ahmad Ali Siapkan Gibran Hadapi Prabowo, Tuai Kritikan Pedas
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
Lebanon kecam serangan Israel di tengah gencatan senjata
• 25 detik laluantaranews.com
Berhasil disimpan.