OCA dan Tencent Esports Jalin Kemitraan Strategis 10 Tahun, Perkuat Ekosistem Esports Asia

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

DEWAN Olimpiade Asia (OCA) resmi menggandeng Tencent Esports dalam kemitraan strategis jangka panjang selama sepuluh tahun, terhitung mulai 2025 hingga 2035. 

Dalam kolaborasi ini, Tencent Esports ditunjuk sebagai Official Esports Technology Partner bagi OCA untuk mengawal integrasi esports ke dalam ekosistem olahraga tradisional.

Langkah besar ini merupakan kelanjutan dari hubungan yang telah terbangun sejak Asian Games Jakarta-Palembang 2018, saat esports pertama kali muncul sebagai cabang demonstrasi, hingga menjadi cabang perebutan medali resmi pada Asian Games ke-19 di Hangzhou. 

Baca juga : Laga Hidup-Mati Alter Ego vs Team Spirit M7 Malam Ini, Cek Link Live Streamingnya!

Kemitraan ini disahkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Rapat Dewan Eksekutif OCA di Bahrain, Oktober 2025.

Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Direktur Tencent Esports, Yati Zhang, ditunjuk sebagai Manajer Esports OCA. Ia akan memegang peran strategis dalam membangun sistem penyelenggaraan serta pengembangan ekosistem esports di seluruh Asia.

Direktur Jenderal OCA, Husain Al-Musallam, menyatakan bahwa kemitraan ini menandai peralihan era esports Asia dari sekadar partisipasi menjadi pembangunan sistem bersama.

Baca juga : EWC 2026 Kembali Digelar di Riyadh, Total Hadiah Pecah Rekor Jadi US$75 Juta!

“Kemitraan ini bukan sekadar peningkatan status, melainkan penyatuan tanggung jawab. Ini menandai bahwa esports Asia telah beralih dari era ‘partisipasi’ menuju era pembangunan sistem bersama. Kami menantikan kolaborasi dengan Tencent Esports untuk menjadi contoh berkelanjutan bagi perkembangan esports yang sehat di Asia dan dunia,” ujar Husain.

Dalam mendukung visi tersebut, Tencent Esports memperkenalkan Tencent Esports Competition System (ECS). Sistem ini dirancang untuk menyediakan dukungan teknis yang andal bagi Asian Games dan ajang olahraga besar lainnya guna memastikan standar kompetisi yang adil, stabil, dan efisien.

Selain teknologi, kerja sama ini memperkenalkan model pengembangan terintegrasi bertajuk Tri-Pillar Drive yang dipaparkan oleh Vice President Tencent Games, Hou Miao. Model ini mencakup tiga pilar utama:

  1. Ekosistem teknologi publisher sebagai penggerak inovasi.
  2. Organisasi olahraga (seperti OCA) sebagai platform otoritatif.
  3. Strategi esports nasional dan regional sebagai pendorong pelaksanaan.

Hou Miao berharap penerapan model ini di Asia dapat membangun Asian Path yang kuat, sekaligus menjadikan esports sebagai bagian yang diakui sepenuhnya dalam ekosistem olahraga arus utama dunia. (Z-1)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pemanfaatan AI Tak Diatur Sanksi dalam Perpres, Konten Pornografi Tetap Bisa Diproses Lewat UU ITE
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Banjir Daan Mogot, Gegana Brimob Evakuasi Warga Terjebak di Ruko Golden Ville
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Kado Ultah ke-79 Megawati: PDIP 'Banjiri' Indonesia dengan Gerakan Tanam Pohon
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Hasil Proliga 2026: Megawati Hangestri Dkk Menderita Dua Kekalahan Beruntun
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Moorlife Indonesia dan Komunitas Katolik Surabaya Sebarkan “Terang” di Panti Werdha Lewat Perayaan Natal & Epifani
• 9 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.