Banjir di Kembangan Jakbar Masih Tinggi, Motor Terpaksa Putar Balik

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Hujan deras yang terus mengguyur membuat banjir masih menggenangi beberapa titik di Kembangan, Jakarta Barat, hingga Jumat (23/1/2026) malam.

Kanit Lantas Polsek Kembangan, AKP Karta, mengatakan hingga pukul 21.00 WIB, genangan air masih tinggi di dua titik utama dekat putar balik Puri Indah, Kembangan.

“Sampai saat ini air belum surut, perempatan Kembangan, Jalan Outer Ring Road di putar balik arah Puri, (ketinggian air) masih 40 cm sampai Poslantas Kembangan,” kata Karta kepada Kompas.com, Jumat malam.

Baca juga: Warga Bekasi Protes Developer karena Banjir: Kalau Begini Terus, Jadi Kampung Mati Saja

Selain di perempatan Kembangan, banjir juga parah di Jalan Pasar Minggu menuju Ciledug. Di depan proyek Pulau Intan, ketinggian air mencapai sekitar 90 cm hingga 1 meter.

“Jalan Pasar Minggu arah Ciledug, depan proyek Pulau Intan masih se-pinggang saat ini,” ujarnya.

Karena air cukup tinggi, pengendara motor tidak bisa melintasi kedua titik tersebut.

“Sementara di titik tersebut kendaraan roda dua tidak bisa melintas,” ucap Karta.

Untuk mobil, kendaraan kecil masih kesulitan menerobos genangan. Akses jalan saat ini lebih aman bagi kendaraan besar seperti truk dan bus.

“Ke arah Ciledug kendaraan kecil masih berat, tapi kalau kendaraan besar seperti truk, bus dan lain-lain masih bisa,” jelasnya.

Baca juga: Jalan Daan Mogot Masih Banjir hingga Malam, Skema Contraflow Diterapkan

Namun, Karta menyebut kendaraan listrik justru terlihat aman melintas di area banjir.

“Kalau pantauan saya sih yang bisa lewat itu kendaraan listrik. Mobil listrik, motor listrik, enggak ada yang mogok,” tambahnya.

Meski banjir tinggi, arus lalu lintas di lokasi tidak seramai Kamis (22/1/2026) malam. Menurut Karta, warga sudah mengantisipasi banjir sehingga tidak banyak kendaraan yang melintas.

“Masyarakat sudah tahu di situ banyak genangan, jadi lalin (lalu lintas) enggak sepadat kemarin, hanya air saja,” ujarnya.

Karta mengatakan kenaikan debit air malam ini lebih disebabkan oleh kiriman air dari Ciledug dan luapan sungai.

“Karena hujan masih mengguyur dan derasnya air kiriman juga dari kawasan Ciledug, dari sungai,” kata Karta.

Baca juga: Sawah Banjir Jadi Tempat Mancing, Raup Cuan Kala Penghasilan Seret

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia berharap tidak ada kiriman air tambahan dari wilayah hulu seperti Bogor, agar banjir bisa segera surut.

“Kalau dari atas, dari hulu sih belum (ada kiriman). Semoga enggak turun ya, biar bisa surut malam ini,” tutur Karta.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Buktikan Penyesalannya pada Mawa, Insanul Fahmi Mengunggah Video Minta Maaf: Ego Saya Melukai Banyak Pihak
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Demi Palestina
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Persijap Mainkan Kiper M Ardiansyah Saat Jamu PSM? Hingga H-1 Jelang Laga, Namanya Belum Terdaftar di I.League
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan Imbas Banjir, Ini Daftarnya
• 14 jam laludetik.com
thumb
Panji Irawan Resmi Jabat Dirut Bank Mandiri Taspen
• 6 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.