Pantau - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) guna mencegah kebocoran soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada jenjang SD dan SMP, sebagai respons atas kasus serupa yang terjadi pada jenjang SMA tahun lalu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan TKA jenjang SMA yang sempat diwarnai kecurangan melalui media sosial.
Sekretaris Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Muhammad Yusro, mengungkapkan bahwa koordinasi dengan Kemkomdigi telah dilakukan untuk merumuskan langkah pencegahan secara teknis.
"Dalam rangka mengantisipasi terjadinya kecurangan kembali yang memang lebih banyak dilakukan di media sosial, kami sudah juga melakukan koordinasi dan rapat dengan Komdigi", ungkapnya.
Koordinasi Teknis dan PengamananMuhammad Yusro menjelaskan bahwa pembahasan teknis akan dilanjutkan agar pengamanan TKA berjalan optimal.
"Dengan Komdigi sudah kami lakukan juga koordinasi dan kami akan melakukan pembicaraan ke arah yang lebih teknis lagi bagaimana kemudian mengatur dan juga mengamankan agar Tes Kemampuan Akademik ini bisa berjalan dengan optimal", ia mengungkapkan.
Selain menggandeng Kemkomdigi, Kemendikdasmen juga akan melibatkan seluruh dinas pendidikan kabupaten dan kota dalam upaya memastikan pelaksanaan TKA yang tertib dan akuntabel.
Rapat koordinasi nasional (Rakornas) akan digelar pada akhir Januari 2026 sebagai persiapan menuju pelaksanaan TKA yang dijadwalkan berlangsung pada bulan April.
"Kita akan lakukan juga di akhir Januari Rakornas Tes Kemampuan Akademik untuk memastikan bahwa informasi bisa diterima oleh seluruh Dinas Pendidikan Provinsi, Kabupaten, Kota dan men-support apa yang dilakukan oleh pemerintah", ujar Muhammad Yusro.
Antusiasme Pendaftar TKAPendaftaran TKA untuk jenjang SD dan SMP telah dibuka sejak 19 Januari dan akan ditutup pada 28 Februari 2026.
Muhammad Yusro menyampaikan bahwa jumlah pendaftar dapat dipantau secara daring.
"Teman-teman, jumlah pendaftar bisa dipantau langsung secara daring melalui tautan https://tka.kemendikdasmen.go.id/", jelasnya.
Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menyebutkan bahwa hingga 23 Januari 2026 pukul 12.00 WIB, tercatat sekitar 2,5 juta siswa telah mendaftar.
"Tapi yang sudah mendaftar dari tanggal 19 Januari ada sekitar 2,5 juta dan yang tidak ikut itu sudah konfirm sekitar 3.000-an. Jadi nanti bisa dilihat di laman TKA", kata Handaru.




