Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Aksi mogok pedagang daging sapi selama dua hari di Jakarta dan Jabodetabek tidak memengaruhi produksi bakso Cak Kan di Depok.
  • Cak Kan menjaga produksi baksonya tetap stabil berkat hubungan jangka panjang dengan pemasok daging langganannya.
  • Pedagang bakso tersebut berkomitmen menjaga harga jual, mengutamakan kualitas dan kepuasan pelanggan daripada menaikkan harga.

Suara.com - Aksi Mogok Pedagang Daging Sapi Tak Goyahkan Pedagang Bakso

Suara.com – Aksi mogok jualan yang dilakukan para pedagang daging sapi di sejumlah pasar tradisional mulai berdampak pada rantai pasokan bahan pangan di wilayah Jakarta dan Jabodetabek.

Meski aksi mogok jualan yang dipicu kenaikan harga daging ini telah berlangsung selama dua hari dan direncanakan berlanjut hingga 24 Januari 2026 mendatang, tak semua pelaku usaha kuliner berbasis daging merasa lumpuh.

Salah satunya adalah Cak Kan, seorang pedagang bakso yang berada di kawasan Pondok Cina, Depok.

Di tengah kelangkaan daging sapi di lapak-lapak pasar lokal, kepulan asap dari kuali bakso miliknya tetap terlihat stabil melayani pelanggan setianya.

Produksi yang Tak Terkendala

Saat ditemui di gerainya, Cak Kan mengaku sudah mengetahui perihal aksi mogok massal tersebut sejak hari pertama. Namun, ia memastikan bahwa produksi baksonya sama sekali tidak terkendala.

Kuncinya terletak pada relasi jangka panjang yang ia bangun dengan pemasok langganan.

"Iya saya tahu sudah dua hari ya, jadi untuk persatuan itu, rumah pemotongan hewan, nah ini kan mengadakan mogok sebetulnya," ujar Cak Kan, pedagang bakso, yang dijumpai oleh Suara.com, Jumat (23/1/2026).

Bagi Cak Kan, menjaga kepercayaan dengan satu pemasok adalah strategi bertahan yang ampuh di masa krisis.

Baca Juga: Update Banjir Jakarta hingga Jumat Malam: 114 RT Masih Terendam

Ia mengaku enggan berpaling ke penjual lain atau mencari daging di sembarang tempat meski stok sedang sulit.

"Kalau pemasok saya nggak (tidak berganti) Karena saya itu kalau udah percaya, saya nggak mau ganti-ganti. Karena takutnya dikasih barang yang kurang bagus," ujarnya.

Faktor kualitas dan kesegaran daging juga menjadi alasan utamanya tetap setia pada satu sumber.

Pilih Jaga Kualitas Daripada Naik HargaAktivitas di kedai Bakso Cak Kan di kawasan Pondok Cina, Depok. (Suara.com/Tsabita Aulia)

Kenaikan harga modal akibat kelangkaan daging biasanya diikuti dengan kenaikan harga jual di tingkat konsumen.

Namun, Cak Kan memilih langkah berbeda. Pria yang sudah melakoni usaha bakso selama 10 tahun ini berkomitmen untuk tidak menaikkan harga per porsi baksonya, meski keuntungan mungkin berkurang.

Menurutnya, konsistensi rasa dan kepuasan pelanggan adalah prioritas utama, terutama di masa-masa sulit seperti sekarang.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Karawang Meluas, 13 Kecamatan Terendam-Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi | KOMPAS MALAM
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Dito Ariotedjo, Eks Menpora Penuhi Panggilan KPK Diperiksa soal Kuota Haji 2024
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Basarnas: Seluruh Korban Pesawat ATR 42-500 PK-THT Telah Ditemukan
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
16 Ruas Jalan Tergenang Banjir Jakarta Hari Ini, Hindari Srengseng Raya hingga Cipinang Indah
• 7 jam laludisway.id
thumb
Prediksi Cuaca Hari Ini Jumat 23 Januari 2026, BMKG: Waspadai Hujan Sangat Lebat di Jateng dan NTB
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.