Bantul, tvOnenews.com - Aksi pencurian tabung gas LPG dengan modus licik yang sempat viral di media sosial pada 20 Januari 2026 lalu akhirnya terhenti.
Pelaku yang telah menipu lima orang di wilayah Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta akhirnya ditangkap oleh aparat kepolisian. Dia inisial MR (47) warga Pundong, kabupaten setempat.
Aksi licik pelaku terhenti ketika tengah beraksi di rumah korban N (70) warga Gambuhan, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, Jumat (23/1/2026) siang.
Pelaku datang ke rumah korban dengan mengendarai sepeda motor Vario warna hitam pelat AB 5352 PK yang diduga palsu. Sesampainya di rumah korban, pelaku bertanya kepada yang bersangkutan perihal bantuan PKH.
Tak sekadar menanyakan perihal tersebut, pelaku lantas masuk ke dapur dan kembali bertanya mengenai kepemilikan jumlah tabung korban.
"Saat itu, dijawab oleh korban hanya punya 1 tabung. Kemudian, pelaku bilang tabung milik korban sudah kedaluwarsa dan akan dibawa untuk diganti esok pagi. Namun, korban tidak memperbolehkan karena itu tabung satu-satunya," kata Iptu Rita, Kasi Humas Polres Bantul.
Di tengah melancarkan aksinya itu, lanjut Rita, ternyata ada warga yang mendengar percakapan di antara mereka.
"Warga yang geram kemudian memanggil warga lainnya untuk mengamankan pelaku. Setelah berhasil ditangkap, pelaku diserahkan ke Polsek Bambanglipuro," ucap Rita.
Dari penangkapan itu, terungkap ada empat korban lain yang ditipu oleh pelaku. Mereka inisial R warga Caben, Winarsih warga Gayaman, EB warga Plumutan dan S warga Kutu. Seluruhnya kehilangan masing-masing 2 tabung gas LPG ukuran 3 kg.
Polisi mengungkap modus yang digunakan pelaku untuk mengelabuhi korban saat itu cukup rapi.
Awalnya, pelaku berpura-pura mencari alamat dan meminta minum untuk mencairkan suasana. Kemudian, pelaku mengaku sebagai petugas dari Pertamina yang sedang melakukan pengecekan tabung gas.
Ia berdalih tabung milik warga sudah kedaluwarsa dan menawarkan bantuan untuk menukarnya dengan yang baru. Setelah tabung dibawa, pelaku tidak kunjung kembali.
Meski pelaku telah ditangkap, polisi terus mendalami kasus ini karena diduga kuat terdapat banyak Tempat Kejadian Perkara (TKP) lainnya dengan modus serupa.

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481222/original/080391700_1769082284-Persis_Solo_Vs_Borneo_FC.jpg)
