Jaringan rumah sakit miliki Grup Sinar Mas, Eka Hospital meresmikan cabang ke-9 yang berlokasi di MT Haryono, Jakarta Selatan, Jumat (23/1). Ekspansi ini memperkuat langkah perseroan dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional di dalam negeri dengan menghadirkan teknologi robotik.
Managing Director Sinar Mas Ferry Salman mengatakan, kehadiran rumah sakit ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan kesehatan berkualitas, humanis, dan berkeadilan. Pengembangan fasilitas dan teknologi medis menjadi bagian dari dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045.
Salah satu fasilitas unggulan di Eka Hospital MT Haryono adalah robot bedah Da Vinci Xi. Teknologi ini memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan presisi tinggi melalui visualisasi tiga dimensi berdefinisi tinggi serta kontrol gerakan yang lebih stabil dan fleksibel.
CEO Eka Hospital Group Rina Setiawati menyatakan, pembukaan cabang baru ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperluas akses layanan kesehatan yang lengkap dan modern.
“Kehadiran robot bedah Da Vinci Xi mencerminkan komitmen kami menghadirkan teknologi yang telah menjadi gold standard di berbagai rumah sakit global, sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan setara internasional di dalam negeri,” ujarnya.
Penggunaan teknologi tersebut memberikan sejumlah manfaat bagi pasien, antara lain sayatan lebih kecil, nyeri pascaoperasi lebih ringan, risiko komplikasi lebih rendah, serta waktu pemulihan dan rawat inap yang lebih singkat. Secara global, Da Vinci Xi digunakan untuk berbagai prosedur, termasuk bedah urologi, digestif, ginekologi, dan tindakan kompleks lainnya.
Hospital Director Eka Hospital MT Haryono. Sheirly Novan Indra mengatakan, fasilitas ini juga mendorong kolaborasi lintas spesialis guna meningkatkan akurasi dan kecepatan penanganan pasien.
Eka Hospital MT Haryono dirancang sebagai rumah sakit modern dengan fasilitas diagnostik dan layanan unggulan (center of excellence) yang terintegrasi dengan jaringan Eka Hospital Group. Integrasi ini memungkinkan kolaborasi antar-cabang untuk mendukung hasil klinis yang optimal.


