JAKARTA, DISWAY.ID - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo membantah bahwa dirinya berada dilokasi saat pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menggeledah rumah bos Travel Maktour, Fuad Hasan Masyhur, terkait keterlibatanya dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.
Diketahui, Fuad Hasan Masyhur merupakan ayah dari istrinya. Ia mengaku bahwa saat penggeledahan, dirinya sedang berada di rumah istrinya yang saat ini sedang dalam proses cerai.
BACA JUGA:Profil dan Biodata Lula Lahfah, Kekasih Reza Arap yang Meninggal Dunia Malam Ini
BACA JUGA:Lula Lahfah Kekasih Reza Arap Meninggal Dunia, Sempat Dirawat di RS
"Saya tidak di lokasi, yang ada waktu itu masih istri saya," kata Dito kepada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026.
Menurutnya, anggapan dirinya berada dilokasi saat penggeledahan lantaran kultur timur tengah. Sebab, kata Dito, biasanya dalam kultur ini, satu rumah diisi lebih dari satu keluarga.
"Kebetulan ya mungkin ini saya jelasin dikit ya. Kalau kultur orang dari keturunan Timur Tengah itu kan biasa satu rumah itu memang isinya ramai gitu. Keluarga anak-anak itu jadi satu kan. Jadi kebetulan," ungkapnya.
BACA JUGA:Tren Tunda Nikah Menguat di Kalangan Anak Muda, Ini Langkah Kemenag Tingkatkan Angka Perkawinan 2025
BACA JUGA:Prabowo Sebut Program CKG Hemat Anggaran, Kemenkes Malah Prediksi 2026 Bakal Jebol!
Sebelumnya, KPK menyatakan telah mengantongi pihak inisiator yang diduga memerintahkan staf Maktour Travel untuk menghilangkan barang bukti dalam perkara dugaan korupsi kuota haji.
Peristiwa dugaan penghilangan barang bukti itu terjadi saat penyidik KPK melakukan penggeledahan di kantor Maktour Travel pada Kamis 14 Agustus 2025.
Sementara penggeledahan di rumah pribadi pemilik Maktour, Fuad Hasan Masyhur, dilakukan pada Rabu 20 Agustus 2025.
"Ya tentunya siapa yang memerintah, siapa yang meminta kepada staf-staf di MT untuk melakukan penghilangan jejak dokumen itu, kami sudah kantongi," kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026).





