BEKASI, KOMPAS.com – Sebanyak 30.649 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di 51 desa yang tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Dari jumlah tersebut, 9.648 jiwa terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat rumah mereka terendam banjir.
Baca juga: Kompleks Green Lavender Sukamekar Bekasi Jadi Danau, Warga Kecewa dan Merasa Ditipu
Ketinggian muka air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga 130 sentimeter.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan, 15 titik pengungsian telah disiapkan dan saat ini digunakan warga.
Baca juga: Perumahan Green Lavender Sukamekar Bekasi Berubah Jadi Danau, Terendam Banjir 2 Meter
Sebaran lokasi pengungsian berada di sejumlah kecamatan, di antaranya Babelan, Tambun Utara, Tambun Selatan, Sukawangi, Sukakarya, Karangbahagia, dan Cikarang Utara.
“Saat ini lokasi pengungsian memanfaatkan fasilitas umum seperti kantor desa, masjid, mushala, rumah warga, hingga pondok pesantren,” kata Dodi saat dikonfirmasi, Jumat (23/1/2026).
BPBD merinci, banjir di Kecamatan Muara Gembong melanda Desa Pantai Harapan Jaya dan Desa Jayasakti dengan tinggi muka air (TMA) berkisar 20–50 sentimeter.
Di Kecamatan Tarumajaya, banjir merendam Desa Samudra Jaya, Desa Buni Bakti, Desa Muara Bakti, Desa Hurip Jaya, Desa Kedungjaya, Desa Kedungpengawas, hingga Kelurahan Kebalen, dengan TMA 20–80 sentimeter.
Sementara itu, banjir di Kecamatan Babelan meliputi Desa Karang Satria, Desa Bahagia, Desa Satria Jaya, Desa Sriamur, dan Desa Srijaya, dengan ketinggian air mencapai 30–120 sentimeter.
Banjir juga merendam wilayah Kecamatan Tambun Utara dan Tambun Selatan, meliputi Desa Satria Mekar, Desa Wanajaya, Desa Muktiwari, Desa Mekarsari, Kelurahan Jatimulya, Desa Setia Mekar, dan Desa Mangunjaya, dengan TMA 20–70 sentimeter.
Di Kecamatan Cabangbungin dan Sukakarya, banjir melanda Desa Sukamekar, Desa Sukabakti, Desa Sukajadi, Desa Sukamakmur, dan Desa Sukaraya, dengan ketinggian air 10–130 sentimeter.
Adapun di Kecamatan Pebayuran, banjir merendam Desa Bantarsari, Desa Sumbersari, dan Desa Karang Harja dengan TMA 10–80 sentimeter.
Sementara di Kecamatan Karangbahagia dan Kedungwaringin, wilayah terdampak meliputi Desa Sukanahman, Desa Sukadarma, Desa Karang Anyar, Desa Karang Sentosa, Desa Karang Satu, dan Desa Karang Setia, dengan ketinggian air 10–60 sentimeter.
Di wilayah Cikarang, baik Cikarang Barat, Utara, Timur, Selatan, hingga Cikarang Pusat, banjir melanda Desa Bojongsari, Desa Karang Raharja, Desa Karang Bahagia, Desa Karang Asih, Desa Labansari, dan Desa Karang Sari, dengan TMA 20–120 sentimeter.
Selain banjir, BPBD Kabupaten Bekasi juga mencatat bencana lain, seperti angin kencang di Desa Satria Mekar serta tanah longsor di Desa Serang, Kecamatan Setu.
“Kami telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC), melakukan asesmen dan evakuasi terbatas, hingga pendistribusian bantuan logistik ke wilayah terdampak,” ujar Dodi.
Penanganan darurat juga meliputi pendirian tenda pengungsian serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan lanjutan.
BPBD mencatat, lahan pertanian seluas 3.908,9 hektar turut terdampak banjir.
Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas pertanian serta ketahanan pangan warga setempat.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


