Jakarta, ERANASIONAL.COM – Aktris Angbeen Rishi akhirnya angkat bicara mengenai kehidupannya setelah resmi bercerai dari sang suami, aktor Adly Fairuz. Perpisahan yang terjadi pada Desember 2025 tersebut menandai babak baru dalam hidup Angbeen, yang kini menyandang status sebagai seorang janda dan ibu satu anak.
Dalam keterangannya kepada publik, Angbeen mengungkapkan bahwa perceraian bukanlah keputusan yang diambil secara terburu-buru atau dilandasi emosi sesaat. Ia menegaskan bahwa proses tersebut telah melalui pertimbangan panjang dan diskusi matang dengan berbagai pihak terdekat dalam hidupnya.
“Keputusan ini bukan keputusan yang emosional. Semua sudah dipikirkan dengan sangat matang. Jadi bukan karena menangis atau marah sesaat, tapi memang sudah direncanakan dan dibicarakan baik-baik,” ujar Angbeen Rishi dalam program Pagi Pagi Ambyar, Jumat (23/1/2026).
Menurut Angbeen, perpisahan tersebut justru membuatnya merasa lebih stabil secara emosional. Hal ini karena ia dan Adly telah melalui proses panjang sebelum akhirnya sepakat mengakhiri rumah tangga yang telah mereka bangun bersama.
Angbeen juga menekankan bahwa keputusan besar ini tidak diambil seorang diri. Ia mengaku selalu melibatkan keluarganya, terutama sang ayah, dalam setiap langkah penting hidupnya.
“Ini keputusan besar banget dalam hidup aku. Semua aku diskusikan dengan papa, karena dari dulu hidup aku selalu berdasarkan izin orang tua. Dan papa sudah merestui kalau memang perpisahan ini adalah jalan terbaik,” ungkap perempuan berusia 28 tahun tersebut.
Lebih lanjut, Angbeen menjelaskan bahwa perbedaan prinsip menjadi salah satu alasan utama mengapa rumah tangganya dengan Adly tidak lagi bisa dipertahankan. Ia memandang pernikahan sebagai penyatuan dua individu dengan latar belakang, pemikiran, dan nilai hidup yang tidak selalu sama.
“Rumah tangga itu kompleks. Dua kepala manusia bersatu, masing-masing punya pikiran dan prinsip sendiri. Kalau sudah tidak bisa berjalan searah, ya tidak bisa dipaksakan,” tuturnya.
Angbeen juga menegaskan bahwa rasa tidak sejalan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, perasaan itu berkembang seiring waktu dan melalui berbagai proses yang panjang.
“Aku nggak bisa menyebutkan tahun pastinya, tapi sepanjang perjalanan itu akhirnya kami menyadari bahwa kami memang sudah tidak bisa bersama karena perbedaan prinsip,” jelasnya.
Sebagai seorang ibu, Angbeen mengaku bahwa perceraian ini memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidupnya. Ia menyebut pengalaman tersebut membuatnya tumbuh menjadi pribadi yang lebih dewasa, terutama dalam memaknai peran sebagai istri dan ibu.
“Pelajarannya banyak banget. Dari sini aku belajar bahwa menjadi istri dan ibu yang baik itu tidak sederhana. Banyak bekal yang harus dipunya, secara mental, emosional, dan kesiapan diri,” ujarnya dengan jujur.
Menariknya, Angbeen juga tidak sepenuhnya menyalahkan Adly Fairuz atas kegagalan rumah tangga mereka. Ia mengakui bahwa dirinya pun memiliki banyak kekurangan dan masih dalam proses belajar.
“Aku nggak menyalahkan dia sepenuhnya. Aku juga punya banyak kekurangan. Aku masih belajar menjadi ibu yang baik. Aku juga punya masalah mental, aku punya anxiety disorder,” ungkap Angbeen secara terbuka.
Kejujuran Angbeen mengenai kondisi kesehatan mentalnya ini pun menuai simpati dari publik. Ia berharap pengalamannya bisa menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki perjuangan masing-masing, termasuk dalam sebuah pernikahan.
Pasca perceraian, Angbeen memilih untuk lebih fokus pada kebahagiaan dan pengembangan dirinya sendiri. Ia menemukan berbagai cara untuk menenangkan diri dan membangun kembali kepercayaan diri.
“Coping mechanism aku setelah bercerai adalah berdamai dengan diri sendiri. Aku belajar menikmati waktu sendiri, mengembangkan diri, lebih semangat berkarya, senang masak, dan kadang menyenangkan diri dengan jalan-jalan,” pungkasnya.
Kini, Angbeen Rishi berusaha menjalani hidup dengan lebih ringan, tanpa menutup diri dari pelajaran masa lalu. Baginya, perceraian bukanlah akhir, melainkan proses pendewasaan yang membawanya pada pemahaman baru tentang arti kebahagiaan, tanggung jawab, dan cinta terhadap diri sendiri.



