Depok Dikepung Longsor dan Banjir Akibat Hujan Berkepanjangan

eranasional.com
18 jam lalu
Cover Berita

Depok, ERANASIONAL.COM – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak Kamis, 22 Januari 2026, mengakibatkan bencana longsor dan banjir di sejumlah wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Jumat, 23 Januari 2026. Curah hujan yang berlangsung berjam-jam menyebabkan tanah menjadi labil, debit air sungai meningkat, serta beberapa infrastruktur penahan tanah tidak mampu menahan tekanan air.

Berdasarkan pantauan di lapangan, salah satu kejadian longsor terjadi pada turap rumah warga di RW 22 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Longsoran tersebut menyebabkan material tanah dan bangunan runtuh ke aliran Kali Jantung, sehingga menyumbat aliran air dan berdampak ke wilayah seberang sungai, tepatnya di Perumahan Villa Pertiwi Blok M RT 02 RW 15 Kelurahan Sukamaju.

Ketua RW 15 Kelurahan Sukamaju, Edi Sucipto, mengatakan meskipun lokasi longsor berada di wilayah RW 22, namun dampaknya langsung dirasakan warga RW 15 karena tertutupnya aliran sungai dan ancaman luapan air.

“Begitu mengetahui ada longsor, saya langsung melaporkan ke dinas terkait agar segera ditangani. Alhamdulillah sudah ditindaklanjuti oleh Satgas Banjir Bidang Sumber Daya Air,” ujar Edi.

Menurut Edi, longsor diduga terjadi akibat usia bangunan turap yang sudah cukup lama, ditambah kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan debit air Kali Jantung meningkat signifikan.

“Selain faktor usia bangunan, kemungkinan tanahnya juga sudah labil. Dorongan air yang deras membuat turap tidak kuat menahan beban hingga akhirnya ambruk sekitar 10 meter,” jelasnya.

Material longsoran yang menimpa tanggul sungai juga memunculkan kekhawatiran warga sekitar. Jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi, air berpotensi meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

“Kalau hujan deras lagi dan air sungai naik, kemungkinan besar air bisa meluber ke perumahan warga,” kata Edi.

Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri turun langsung meninjau lokasi longsor. Ia menginstruksikan Satuan Tugas Banjir Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan penanganan darurat dengan mengangkat material longsoran, baik secara manual maupun menggunakan alat berat jenis spider.

Selain di Sukamaju, longsor juga dilaporkan terjadi di Kampung Kedong, RT 03 RW 19 Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji. Peristiwa tersebut menyebabkan dua rumah warga terdampak, salah satunya milik Mukhsin Latunomo (46).

Mukhsin menuturkan, longsor terjadi pada dini hari sekitar pukul 01.40 WIB, saat hujan deras masih mengguyur wilayah tersebut.

“Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir mengikis tanah. Di atas sini juga ada saluran pembuangan air warga, sehingga pondasi tidak kuat dan akhirnya longsor sekitar lima meter,” kata Mukhsin.

Ia mengungkapkan bahwa longsor di wilayah tersebut bukan pertama kali terjadi. Kejadian sebelumnya bahkan sempat luput dari perhatian pemerintah dan hanya ditangani secara swadaya oleh warga.

“Longsor ini sudah dua kali. Yang pertama dulu ditangani secara sukarela oleh warga. Alhamdulillah yang kedua ini sudah dibantu oleh Binmas, Koramil, Pak Lurah, Pak Camat, Dinas Sosial, dan petugas pemadam kebakaran,” ungkapnya.

Akibat kejadian tersebut, Mukhsin beserta keluarganya terpaksa mengungsi sementara demi keselamatan.

“Hari ini kami harus mengungsi karena bagian pojok rumah saya terdampak. Itu kamar saya juga yang kena. Rumah saya posisinya agak ke bawah, jadi pas dengan titik longsor,” jelasnya.

Mukhsin berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Sosial dan Dinas PUPR, dapat memberikan perhatian serius dengan memperbaiki rumah warga yang terdampak serta membenahi sistem drainase dan turap di sekitar bantaran sungai.

“Khususnya rumah-rumah di daerah aliran Kali Ciliwung, supaya ke depan tidak terjadi lagi longsor kalau turap dan saluran airnya diperbaiki,” ujarnya.

Sementara itu, banjir dan genangan air juga terpantau di Perumahan Taman Duta, yang berada di perbatasan Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis dan Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya. Genangan terjadi akibat meluapnya air serta sistem drainase yang tidak mampu menampung curah hujan tinggi.

Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DKPP) Kota Depok, Deni Romula Hutauruk, menyampaikan bahwa hujan lebat menjadi pemicu utama terjadinya longsor dan genangan di sejumlah titik.

“Data sementara menunjukkan longsor terjadi di Perumahan Villa Pertiwi Cilodong, Kampung Kedong Kemiri Muka Beji, Jalan STM Mandiri Kemiri Muka, serta wilayah Taman Duta,” kata Deni.

Ia menambahkan, petugas telah diterjunkan ke lokasi-lokasi terdampak untuk melakukan penanganan darurat, evakuasi, serta pendataan kerusakan.

“Dari informasi sementara, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun masyarakat tetap kami imbau untuk waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi,” tutup Deni.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pegadaian Championship: PSS Waspadai Tren Positif Persipura yang Mulai Agresif
• 21 jam lalubola.com
thumb
PSI: Pidato Presiden di Davos kukuhkan capaian penting Indonesia
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Influencer Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Essence Dharmawangsa
• 21 jam laluidntimes.com
thumb
Takut Terjadi Hal Buruk, Para Orangtua di Daratan Tiongkok Serukan Penutupan Sekolah untuk Lindungi Anak
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Hasil Super League: Dua Gol Penalti dan Penalti Ulang Warnai Kemenangan Persija atas Madura
• 22 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.