Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) membidik lonjakan pendapatan pada awal tahun 2026 dari pertumbuhan penumpang di segmen penerbangan umrah.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengatakan segmen penumpang umrah menjadi fokus utama dalam mendorong pertumbuhan kinerja komersial yang berkelanjutan.
Tak hanya itu, segmen layanan ini telah menjadi bagian dari strategi penguatan portofolio pasar perseroan.
Sepanjang 2025, Reza menyebut Garuda Indonesia melayani lebih dari 530.0000 penumpang umrah, meningkat sekitar 37% dibandingkan dengan pada 2024.
"Dengan optimalisasi kesiapan alat produksi, kami menargetkan pertumbuhan penumpang umrah menjadi 11% pada 2026 ini," ujarnya, Jumat (23/1/2026).
Dia melanjutkan dalam menggenjot kinerja awal tahun ini, perseroan mengandalkan penyelenggaraan Garuda Indonesia Umrah Travel Fair, baik dari sisi jumlah jemaah maupun nilai transaksi.
Baca Juga
- Jejak Injeksi Modal Danantara 2025: dari Garuda (GIAA) hingga Krakatau Steel (KRAS)
- Siasat Garuda (GIAA) & AirAsia (CMPP) Perbaiki Kinerja, Bisa Berbalik Untung 2026?
- Garuda Indonesia (GIAA) Tata Ulang Rute untuk Hindari Kanibalisasi Layanan
Target tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya. Dia memaparkan pada tahun lalu, perseroan mampu meraup sekitar 33.000 jamaah dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp470 miliar.
“Tahun ini kami menargetkan penjualan minimum di atas 40.000 jamaah, dengan nilai transaksi sekitar Rp520 miliar. Artinya ada peningkatan sekitar Rp50 miliar dibandingkan tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Perseroan berharap dapat mengoptimalkan peluang tersebut sejalan dengan jumlah jemaah Indonesia dari tahun ke tahun yang tumbuh cukup signifikan dalam melaksanakan perjalanan ibadah umrah maupun haji serta pertumbuhan angkutan menuju tanah suci yang mencatatkan pergerakan hingga 40%.
Sebagai perbandingan, sepanjang kuartal I/2025 lalu, GIAA mampu menggenjot pertumbuhan pendapatan dari segmen penerbangan tidak berjadwal yang meningkat sebesar 92,88% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan positif ini terutama ditopang oleh peningkatan trafik pada pasar charter umrah. Permintaan yang meningkat, khususnya pada segmen umrah dan perjalanan grup.
Hal tersebut mendorong perseroan pada tahun ini untuk makin mengoptimalkan perjalanan umrah, serta didukung oleh pemulihan bisnis penerbangan global.
Pendapatan pangsa pasar charter Garuda Indonesia pada kuartal I/2025 senilai US$37,95 juta atau Rp623,84 miliar. Dengan catatan trafik penumpangnya sebanyak 24.618 orang dengan jumlah penerbangan lebih dari 69 kali untuk periode umrah.
Dia juga menegaskan penguatan kinerja charter ini menjadi fondasi penting dalam strategi diversifikasi pendapatan GIAA.
Sementara itu, hingga kuartal III/2025, GIAA membukukan penurunan pendapatan sebesar 10,53% secara year on year (YoY) menjadi US$842,16 juta. Pada saat yang sama, laba bersih perusahaan juga anjlok 29,65 persen YoY menjadi US$37,93 juta atau sekitar Rp632,03 miliar.
Manajemen GIAA menyebut program pemeliharaan pesawat merupakan penyebab utama yang menekan kinerja.



