Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan tak akan membuat sumur resapan baru di Ibu Kota. Dia hanya memanfaatkan sumur resapan yang ada sebagai langkah antisipasi banjir.
“Kan sumur resapan pernah dibuat. Yang ada ya kita manfaatkan, kita fungsikan. Tetapi sampai hari ini kita belum merencanakan membuka sumur resapan baru,” kata Pramono dikutip dari Antara, Jumat, 23 Januari 2026.
Politikus PDI Perjuangan itu enggan menanggapi lebih jauh soal sumur resapan. Dia hanya memanfaatkan sumber daya yang ada untuk memitigasi banjir.
“Jadi saya terus terang tidak ingin memperdebatkan persoalan sumur resapan. Karena apa pun yang bisa dimanfaatkan, kita manfaatkan,” ungkap Pramono.
Baca Juga :
Puluhan Warga Cipinang Melayu Mengungsi Akibat BanjirDinas Sumber Daya Air DKI Jakarta telah membangun sebanyak 29.887 sumur resapan di lima kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu selama 2019-2024. Hal itu dilakukan untuk mengurangi genangan atau banjir di Jakarta.
Ilustrasi sumur resapan. Foto: Metrotvnews.com/Christian.
Pada 2019, jumlah sumur resapan yang tersebar di lima kota administrasi Jakarta sebanyak 1.316 titik. Lalu bertambah menjadi 1.658 titik pada 2020 yang lokasinya berada di lima kota administrasi Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu.
Pada tahun berikutnya, jumlahnya bertambah 26.349 titik. Kemudian bertambah 382 titik sumur resapan bertambah pada 2022 dan 140 titik pada 2023.
Pada 2024, ada penambahan 42 titik sumur resapan di lima kota administrasi Jakarta.
Pembangunan sumur resapan pada prinsipnya sebagai upaya pengelolaan air hujan dan konservasi sumber daya air dengan menyerapkan air ke dalam tanah.
Dalam hal mengurangi genangan atau banjir, sumur resapan diharapkan dapat mengurangi limpasan air ke saluran.




