Jakarta, ERANASIONAL.COM – Mengawali tahun 2026, SCTV resmi membuka peluang besar bagi generasi muda berbakat di bidang tarik suara melalui ajang pencarian bakat terbaru bertajuk The Icon Indonesia. Program ini tidak hanya menjadi panggung unjuk kemampuan bernyanyi, tetapi juga dirancang sebagai jalur strategis untuk melahirkan ikon baru penyanyi pop Indonesia yang memiliki karakter kuat dan daya saing di industri musik nasional.
The Icon Indonesia hadir sebagai wujud komitmen SCTV dalam mendukung regenerasi musisi Tanah Air. Lewat program ini, SCTV ingin memberikan ruang bagi talenta muda untuk berkembang secara profesional, sekaligus memperkenalkan warna baru dalam industri musik pop Indonesia.
Rangkaian audisi terbuka The Icon Indonesia akan dimulai di Kota Medan pada Minggu, 25 Januari 2026, bertempat di Universitas Medan Area (Kampus 1) mulai pukul 07.00 WIB. Kota Medan dipilih sebagai titik awal karena dikenal sebagai salah satu lumbung talenta musik berbakat di Indonesia.
Setelah Medan, audisi akan berlanjut ke sejumlah kota besar lainnya, yakni:
-
Makassar pada Minggu, 1 Februari 2026 di Universitas Negeri Makassar mulai pukul 07.00 WITA
-
Bandung pada Minggu, 8 Februari 2026 di Universitas Widyatama mulai pukul 07.00 WIB
-
Jakarta sebagai kota penutup pada Minggu, 15 Februari 2026 di EMTEK City, Daan Mogot mulai pukul 07.00 WIB
Rangkaian audisi ini diharapkan mampu menjaring talenta terbaik dari berbagai latar belakang dan daerah di Indonesia.
Audisi The Icon Indonesia semakin menarik dengan kehadiran sejumlah penyanyi dan musisi papan atas Tanah Air yang akan bertindak sebagai juri di masing-masing kota. Para juri ini tidak hanya menilai kemampuan vokal peserta, tetapi juga memberikan masukan dan motivasi secara langsung.
Beberapa nama yang dipastikan hadir sebagai juri antara lain:
-
Rizwan Fadilah yang akan menyapa peserta audisi di Medan
-
Betrand Peto Putra Onsu di Makassar
-
Stevan Pasaribu di Bandung
-
Ardhito Pramono yang akan hadir langsung dalam audisi penutup di Jakarta
Kehadiran para musisi ini menjadi daya tarik tersendiri, mengingat mereka dikenal memiliki karakter vokal yang kuat dan perjalanan karier yang inspiratif di industri musik Indonesia.
The Icon Indonesia membuka kesempatan luas bagi solois pria dan wanita berusia 14 hingga 25 tahun yang memiliki kemampuan bernyanyi pop. SCTV menegaskan bahwa ajang ini diperuntukkan bagi peserta yang belum terikat kontrak dengan label rekaman mana pun, sehingga benar-benar memberikan kesempatan baru bagi talenta segar.
Selain kemampuan vokal, peserta juga diharapkan memiliki karakter suara yang khas, kepribadian yang kuat, serta kesiapan mental untuk berproses di industri hiburan yang kompetitif.
“Melalui The Icon Indonesia, kami ingin mencari bukan hanya penyanyi yang bagus secara teknis, tetapi juga memiliki karakter dan potensi untuk menjadi ikon musik pop Indonesia,” menjadi salah satu semangat utama program ini.
Tak hanya mengandalkan audisi offline, SCTV juga telah membuka audisi online The Icon Indonesia sejak pertengahan Januari 2026. Langkah ini diambil untuk menjaring talenta dari berbagai daerah yang memiliki keterbatasan jarak atau belum bisa hadir langsung ke kota-kota audisi terbuka.
Audisi online ini memungkinkan generasi muda dari seluruh penjuru Indonesia untuk tetap memiliki kesempatan yang sama dalam menunjukkan bakat mereka. Peserta audisi online yang lolos seleksi juga berpeluang melanjutkan proses ke tahap berikutnya.
Namun demikian, SCTV menilai bahwa audisi offline tetap memiliki keunikan tersendiri. Selain bisa tampil langsung di hadapan juri profesional, peserta juga mendapatkan pengalaman berharga berupa interaksi, arahan, dan motivasi langsung dari para penyanyi dan musisi ternama.
The Icon Indonesia tidak sekadar menjadi ajang pencarian bakat menyanyi. Program ini dirancang sebagai proses pembinaan jangka panjang untuk membentuk penyanyi pop yang matang secara musikal maupun mental.
Peserta terpilih nantinya akan mendapatkan pembekalan intensif, mulai dari teknik vokal, interpretasi lagu, hingga pemahaman industri musik modern. Dengan demikian, mereka diharapkan siap bersaing dan berkiprah secara profesional setelah program berakhir.
Deputy Director Programming SCTV, Banardi Rachmad, menegaskan bahwa The Icon Indonesia merupakan bentuk nyata komitmen SCTV dalam mendukung perkembangan industri musik Tanah Air.
“SCTV siap membersamai para talenta penyanyi pop Indonesia untuk tumbuh dan makin matang sehingga pantas menjadi ikon baru musik pop Tanah Air melalui The Icon Indonesia,” ujar Banardi.
Ia berharap program ini dapat melahirkan penyanyi-penyanyi baru yang tidak hanya populer, tetapi juga mampu memberi warna dan kontribusi positif bagi industri musik Indonesia.
Dengan konsep segar, dukungan musisi ternama, serta jangkauan audisi yang luas, The Icon Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu ajang pencarian bakat paling dinanti di tahun 2026.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5312156/original/028552100_1754906320-1000195600.jpg)
