Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Bupati Lima Puluh Kota Safni meninjau lokasi Pertokoan Pasar Payakumbuh atau Pasar Atas yang terbakar. Andre memastikan pembangunan kembali Pasar Payakumbuh ini segera direalisasikan oleh Pemerintah Pusat.
Pasar Payakumbuh terbakar hebat pada 26 Agustus 2025, mengakibatkan 512 toko/kios dan sekitar 250 lapak pedagang kaki lima ludes dilalap api. Peristiwa tersebut melumpuhkan pusat ekonomi masyarakat dan menimbulkan kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp 34,35 miliar hingga Rp 64 miliar.
Andre Rosiade mengatakan keterlambatan pembangunan selama ini bukan disebabkan oleh ketiadaan anggaran, melainkan karena belum rampungnya sertifikat lahan pasar atas nama Pemerintah Daerah. Andre mengatakan persoalan krusial itu kini telah tuntas.
"Alhamdulillah, satu minggu yang lalu sertifikat Pasar Payakumbuh sudah selesai dan sudah terbit atas nama Pemerintah Kota Payakumbuh. Sertifikat ini sudah kami kirimkan ke Kementerian PU. Tanpa sertifikat atas nama pemerintah, pembangunan dari pusat memang tidak mungkin dilakukan," tegas Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI, seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/1/2026).
Dengan rampungnya sertifikasi, Andre memastikan proses berikutnya akan langsung bergerak cepat. Kementerian Pekerjaan Umum melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis dijadwalkan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Payakumbuh untuk membahas desain pasar.
"Insyaallah satu sampai dua minggu ke depan, Satker Prasarana Strategis akan bertemu langsung dengan Pak Wali Kota dan jajaran untuk membahas desain Pasar Payakumbuh. Penyusunan desain diperkirakan memakan waktu sekitar empat sampai lima bulan. Setelah desain selesai di tahun 2026, proses lelang akan segera dilakukan," ujar Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM).
Ia menargetkan pembangunan fisik pasar sudah dapat dimulai pada akhir 2026 atau paling lambat awal 2027, menyesuaikan dengan penyelesaian desain dan proses administrasi lelang.
Terkait anggaran, Andre menjelaskan bahwa besaran dana pembangunan akan ditentukan berdasarkan desain final. Namun ia memastikan komitmen penuh Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
"Soal anggaran akan menyesuaikan desain. Yang jelas, Pemerintah Presiden Prabowo melalui Kementerian PU berkomitmen membangun Pasar Payakumbuh. Bahkan bukan hanya satu, tapi dua pasar di Sumatera Barat, yaitu Pasar Payakumbuh dan Pasar Batusangkar di Tanah Datar," tegasnya.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan bahwa seluruh persyaratan administrasi yang diminta Pemerintah Pusat kini telah dipenuhi. Ia mengapresiasi peran aktif Andre Rosiade yang intens mengawal dan melobi kementerian terkait.
"Dari Pemerintah Kota, tugas kami adalah memenuhi seluruh syarat yang diminta Pemerintah Pusat. Alhamdulillah sekarang semuanya sudah clear. Melalui Pak Andre, komunikasi dengan Kementerian PU dan Kementerian Perdagangan sudah berjalan. Tinggal menunggu realisasi pembangunan," kata Zulmaeta.
Terkait jumlah kios, pasar yang akan dibangun kembali direncanakan menampung sekitar 485 kios, menyesuaikan dengan jumlah unit yang terdampak kebakaran.
Di sela peninjauan lapangan, Andre Rosiade kembali menekankan bahwa selesainya sertifikat menjadi titik balik penting bagi kebangkitan ekonomi Payakumbuh. Ia menyebut pasar tersebut benar-benar menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.
"Pasar ini lumpuh total sejak kebakaran. Banyak pedagang yang menunggu kepastian. Sekarang sertifikat sudah ada, dasar hukumnya jelas, anggaran bisa diajukan. Kita tancap gas. Ini komitmen negara untuk rakyat," ujar Andre.
Ia pun meminta dukungan dan doa masyarakat agar seluruh proses berjalan lancar hingga pasar kembali berdiri dan menjadi pusat ekonomi yang lebih baik, tertata, dan aman bagi pedagang serta pengunjung.
Tonton juga Video: Andre Rosiade Terima Penghargaan Legislator Pembela Rakyat 2019-2024
(lir/isa)




