Bukan Horor Biasa! Return to Silent Hill Tawarkan Teror Trauma dan Rasa Bersalah

intipseleb.com
13 jam lalu
Cover Berita

IntipSeleb – Kota berkabut itu kembali memanggil. Setelah sekian lama dinantikan para penggemar horor dan gamer, Return to Silent Hill akhirnya siap menghantui layar bioskop Indonesia. Disutradarai Christophe Gans, sosok di balik film Silent Hill (2006), karya terbaru ini tak sekadar menghadirkan teror visual, tapi juga menyelam jauh ke sisi paling gelap dari trauma dan rasa bersalah manusia.

Film horor psikologis ini berfokus pada sosok James (Jeremy Irvine), seorang pria yang hidupnya terhenti sejak kehilangan Mary, cinta sejatinya. Ketika sebuah surat misterius yang diyakini berasal dari Mary tiba-tiba muncul, James terdorong kembali ke Silent Hill sebuah kota yang pernah ia kenal, namun kini menjelma menjadi neraka hidup penuh kabut, darah, dan rahasia kelam.

Baca Juga :
Sentimental Value: Film Tentang Luka Keluarga yang Sulit Disembuhkan, Tayang 24 Oktober di Bioskop!
It Was Just an Accident Tayang 17 Oktober 2025! Ini Review dan Alasan Film Ini Wajib Kamu Tonton!

Berbeda dari horor konvensional yang mengandalkan jumpscare, Return to Silent Hill menghadirkan ketakutan yang perlahan merayap. Setiap makhluk mengerikan yang ditemui James bukan sekadar monster, melainkan manifestasi dari trauma, penyesalan, dan dosa masa lalunya.

Christophe Gans kembali memainkan kekuatan atmosfer khas Silent Hill: visual kelam, simbolisme religius, serta tekanan psikologis yang konstan. Kota Silent Hill digambarkan bukan hanya sebagai latar, tetapi sebagai refleksi batin sang tokoh utama tempat di mana masa lalu tak bisa dihindari dan kebenaran terasa menyakitkan.

Foto : Ist

Jeremy Irvine tampil solid sebagai James, membawa emosi kehilangan dan kegilaan yang perlahan tumbuh. Deretan aktor pendukung seperti Hannah Emily Anderson, Evie Templeton, Pearse Egan, dan Eve Macklin turut memperkuat nuansa intens film ini, menghadirkan interaksi emosional yang membuat penonton ikut terjebak dalam labirin psikologis Silent Hill.

Sebagai adaptasi dari video game horor legendaris, Return to Silent Hill tetap menghormati materi aslinya. Atmosfer ikonik, desain makhluk yang disturbing, hingga nuansa kesepian khas game tetap terasa kuat. Namun, film ini juga menawarkan pendekatan yang lebih gelap dan dewasa, menjadikannya relevan bagi penonton masa kini, termasuk mereka yang belum pernah memainkan gamenya.

Baca Juga :
Tiga Film Internasional Paling Dibicarakan Kini Tayang di Bioskop Indonesia!
Resmi Ditutup, Jakarta World Cinema 2025 Catat Lebih dari 200 Ribu Penonton
Film Mimpi Keluarga Sempurna Hadir di JWC 2025, Tawarkan Drama Keluarga yang Menghangatkan Hati

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Informasi Cuaca Jakarta Sabtu, 24 Januari 2026: Hujan Ringan Sepanjang Hari
• 13 jam laludisway.id
thumb
PSI Siapkan Tempat Terhormat Bagi Rusdy Masse Mappasess
• 10 jam lalugenpi.co
thumb
BRI Super League: Milomir Seslija Soroti Kesalahan Anak Asuhnya usai Persis Digebuk Borneo FC
• 20 jam lalubola.com
thumb
Drama 8 Gol, Inter Milan Lumat Pisa 6-2
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Tak Hanya Bahas Haji, Eks Menpora Dito Bilang Jokowi Bicarakan IKN saat ke Arab Saudi
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.