Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Rusia, Vladimir Putin berniat menyuntikkan dana US$1 miliar atau setara Rp16,8 triliun (kurs Jisdor Rp16.902) ke Board of Peace demi mempercepat pemulihan Jalur Gaza dan membantu rakyat Palestina.
Board of Peace merupakan organisasi baru yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Badan ini resmi dibentuk di sela-sela pertemuan World Economic Forum Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026.
Melansir dari laman Kremlin, Sabtu (24/1/2026), Putin menyatakan hal tersebut saat menerima kunjungan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Moskow, Kamis (22/1/2026).
Adapun, pertemuan bilateral tersebut membicarakan soal langkah-langkah konkret dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah serta penguatan hubungan kedua negara.
Dalam pernyataannya, Putin menyebut bahwa sumber pendanaan tersebut berasal dari aset-aset yang sebelumnya dibekukan di Amerika Serikat oleh pemerintahan terdahulu. Dirinya telah menjalin komunikasi dengan pihak administrasi AS untuk merealisasikan rencana ini.
"Kami bersedia memberikan US$1 miliar kepada badan baru ini, Board of Peace, terutama untuk mendukung rakyat Palestina, membantu pemulihan Jalur Gaza, dan menangani masalah umum yang dihadapi Palestina," kata Putin.
Baca Juga
- Trump Kirim Pesan ke Putin: Perang Harus Diakhiri
- Trump Temui Zelenskiy usai Telepon Putin, Bahas Rencana Damai
- Putin Ogah Mundur dari Wilayah Ukraina Meski Trump Desak Perdamaian
Selain soal pendanaan, Putin kembali menegaskan posisi prinsipil Rusia yang mendukung penuh kemerdekaan Palestina. Menurutnya, stabilitas jangka panjang di Timur Tengah hanya bisa dicapai melalui solusi dua negara.
Merespons hal tersebut, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas mengatakan hubungan antara Palestina dan Rusia telah terjalin selama lebih dari lima dekade. Rusia disebut sebagai sahabat karib yang menjadi tumpuan utama Palestina, baik di forum diplomatik internasional maupun melalui bantuan ekonomi dan finansial yang krusial.
"Kami berharap dapat mendiskusikan dengan Anda hari ini visi kami untuk masa depan dan rincian situasi saat ini. Kami siap bekerja sama dengan dukungan serta bantuan Anda, dan kami berharap dapat mencapai sebuah solusi," katanya.





