Penulis: Kunta Bayu Waskita
TVRINews - Bodo, Norwegia
Bodo/Glimt saat ini merupakan penyumbang pemain terbanyak dari Liga Norwegia (Eliteserien) ke tim nasional asuhan Stale Solbakken.
Kejutan besar terjadi pada ajang Liga Champions UEFA 2025/2026 saat klub underdog Bodo/Glimt mencatat kemenangan bersejarah 3-1 atas Manchester City di Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia, Selasa (20/1/2026).
Ini merupakan sebuah momen yang langsung menjadi sorotan utama sepak bola Eropa pekan ini.
Kemenangan tersebut bukan hanya meruntuhkan ekspektasi para penggemar City dan memberikan poin berharga bagi klub asal Norwegia itu di fase grup.
Tetapi juga memunculkan perbincangan soal momentum besar dalam persiapan sepak bola Norwegia secara keseluruhan menjelang Piala Dunia 2026.
Bodo/Glimt saat ini adalah penyumbang pemain terbanyak dari Liga Norwegia (Eliteserien) ke tim nasional, mencerminkan dominasi mereka di sepak bola Skandinavia saat ini.
Sejauh ini terdapat tiga pemain utama dari FK Bodo/Glimt yang secara reguler dipanggil ke Timnas Norwegia.
Pertama adalah Patrick Berg (gelandang bertahan) yang merupakan kapten Bodo/Glimt.
Berg menjadi andalan di lini tengah Norwegia sebagai penjaga kedalaman permainan bersama Sander Berge.
Kemudian ada Fredrik Andre Bjorkan (bek kiri), seorang bek sayap yang dikenal sangat aktif menyerang dan menjadi pelapis atau pesaing utama bagi David Moller Wolfe di posisi bek kiri.
Lalu ada Jostein Gundersen, bek tangguh yang mulai rutin mendapatkan tempat di skuad asuhan Stale Solbakken berkat performa konsistennya di liga domestik dan kompetisi Eropa (Liga Champions).
Ini belum termasuk pemain mereka yang keluar-masuk Timnas Norwegia macam Jens Petter Hauge, Hakon Evjen, dan Fredrik Sjovold.
Pengakuan Erling Haaland
Striker Manchester City dan bintang Timnas Norwegia, Erling Haaland, tampil di laga itu meski tak mencetak gol.
Usai pertandingan, ia mengakui ketangguhan Bodo/Glimt dan memberikan permintaan maaf yang tulus kepada para pendukung City.
“Saya bertanggung jawab penuh karena tidak mampu mencetak gol. Saya minta maaf kepada semua orang, satu-satunya yang bisa saya katakan adalah maaf.”
Permintaan maaf Haaland, meskipun gelap oleh kekalahan, sebenarnya mencerminkan tekanan dan harapan besar yang disematkan pada dirinya dalam konteks Norwegia.
Haaland adalah mesin gol yang menjadi kunci utama timnas Norwegia dalam kampanye kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ia mencetak banyak gol penting dan membawa negaranya kembali ke putaran final untuk pertama kalinya sejak 1998.
Potensi Norwegia
Kemenangan Bodo/Glimt melawan tim elite seperti The Citizens mencerminkan potensi besar sepak bola Norwegia secara luas.
Para pemain yang tampil di klub domestik kini menunjukkan bahwa mereka bisa bersaing di panggung besar dan menghadapi lawan berkualitas tinggi, sesuatu yang menjadi modal penting menjelang turnamen terberskala dunia.
Kepercayaan diri tim dan mentalitas juara seperti yang ditunjukkan Bodo/Glimt bisa menular ke tim nasional.
Meski Haaland sempat merendah soal peluang Norwegia di kompetisi global (dalam wawancara terpisah ia pernah mengatakan bahwa lolos ke Piala Dunia “adalah ekspektasi” dengan performanya), performa Bodo/Glimt mengingatkan bahwa sepak bola Norwegia sedang berkembang secara kolektif.
Persiapan menuju Piala Dunia 2026 kini tak hanya bergantung pada bintang besar seperti Haaland, tetapi terbuka pula peluang bagi pemain lokal untuk menunjukkan kualitasnya di panggung internasional.
Momentum seperti kemenangan atas Man City ini bisa menjadi inspirasi besar menjelang turnamen besar musim panas mendatang.
Dengan kombinasi penyerang tajam seperti Haaland dan kebangkitan klub domestik, Norwegia kini memiliki harapan lebih kuat untuk tidak hanya tampil di Piala Dunia.
Melainkan juga memberi kejutan di panggung paling bergengsi sepak bola dunia.
Editor: Kunta Bayu Waskita




