BEKASI, KOMPAS.com – Banjir akibat hujan ekstrem dan fenomena hidrometeorologi meluas di wilayah Kabupaten Bekasi hingga Jumat (23/1/2026) sore.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, hingga Jumat sore, banjir dan genangan air terjadi di 51 desa yang tersebar di 17 kecamatan.
Sebanyak 30.649 warga terdampak, sementara 2.412 warga mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Baca juga: Banjir Rendam 51 Desa di Kabupaten Bekasi, 9.648 Jiwa Mengungsi
Di tengah kondisi tersebut, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol Sumarni mengatakan, jajaran kepolisian berkolaborasi dengan masyarakat untuk mengamankan lingkungan permukiman, khususnya rumah dan kendaraan warga yang ditinggal mengungsi.
Pengamanan harta benda warga menjadi salah satu fokus utama kepolisian selama masa banjir, mengingat banyak rumah dalam kondisi kosong.
“Untuk harta benda warga masyarakat yang ditinggal, kami akan berpatroli untuk tetap mengamankan rumah-rumah yang ditinggal warganya untuk mengungsi,” ujar Sumarni kepada awak media, Jumat.
Selain melakukan patroli pengamanan, aparat kepolisian juga terlibat langsung dalam proses evakuasi warga sejak banjir mulai meluas.
“Dari jajaran kepolisian sejak tadi malam sudah bergerak membantu evakuasi warga masyarakat bersama pemerintah daerah dan TNI. Kami juga menurunkan perahu karet dan petugas untuk evakuasi,” kata dia.
Kepolisian turut menyiapkan dukungan logistik bagi warga terdampak banjir melalui pendirian dapur lapangan di sejumlah titik pengungsian.
Baca juga: Warga Bekasi Protes Developer karena Banjir: Kalau Begini Terus, Jadi Kampung Mati Saja
“Hari ini kami juga menurunkan beberapa kendaraan lapangan dan dapur lapangan, bekerja sama dengan Brimob Polda Metro Jaya dan Dit Samapta Polda Metro Jaya, untuk membantu menyiapkan makanan bagi pengungsi,” ujar dia.
Bantuan berupa makanan kering dan makanan siap saji telah mulai dibagikan kepada warga terdampak banjir.
Aparat gabungan terus melakukan patroli pengamanan, evakuasi lanjutan, serta pendistribusian bantuan, sembari mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat memperparah kondisi banjir.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang