BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Jabodetabek Sepekan ke Depan

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Jabodetabek dalam sepekan ke depan. Kondisi ini menandakan cuaca basah masih perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Prakirawan Cuaca BMKG Jatmiko menjelaskan bahwa prakiraan tersebut dipengaruhi oleh penguatan Monsun Asia yang disertai seruakan udara dingin atau cold surge dari daratan Asia. Fenomena ini mendorong terbentuknya daerah konvergensi angin di wilayah Jawa, yang berperan besar dalam meningkatkan potensi hujan.

Baca Juga :
1.349 Warga Jakarta Mengungsi Akibat Banjir, Berikut Sebaran Wilayahnya
Pramono Siap Ikuti Arahan Prabowo untuk Antisipasi Cuaca Ekstrem di Pulau Jawa

Petugas Dishub mengatur arus lalu lintas di tengah banjir DI Panjaitan Jaktim
Photo :
  • BeritaJakarta

Menurut analisis tim meteorologi BMKG, dinamika atmosfer tersebut memicu pertumbuhan awan hujan yang lebih intens dan merata. Dampaknya paling terasa di Jabodetabek, yang dalam beberapa hari terakhir dilanda hujan berdurasi panjang.

"Dalam sepekan ke depan masih terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sebagian besar wilayah Jabodetabek," kata Jatmiko dalam keterangannya dikutip Sabtu, 24 Januari 2026.

Hasil pemantauan BMKG juga menunjukkan bahwa dalam 10 hari terakhir telah terjadi hujan dengan intensitas bervariasi, mulai dari ringan hingga ekstrem, di kawasan Jabodetabek. Curah hujan tertinggi tercatat pada 18 Januari 2026 dengan intensitas mencapai 267 milimeter per hari. Sementara itu, pada Jumat kemarin hingga pukul 15.00 WIB, curah hujan tercatat sebesar 189 milimeter per hari.

Seiring prakiraan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak hujan lebat, seperti genangan, banjir, dan gangguan aktivitas harian, terutama di wilayah yang rawan bencana hidrometeorologi.

Jatmiko menambahkan, dengan dinamika atmosfer yang masih aktif, potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan juga diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan, meliputi Sumatera bagian selatan, sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga :
Pramono Salahkan Orang Masih Buang Sampah Sembarangan Jadi Penyebab Banjir Jakarta
BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Ekstrem yang Masih Mengancam Indonesia Akhir Januari 2026
Heboh Video Bus Terobos Banjir Hingga Terendam, Transjakarta: Bukan Armada Kami!

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Bukan Kebetulan! Mauricio Souza Nilai Persija Jakarta Layak Kalahkan Madura United
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Lebanon kecam serangan Israel di tengah gencatan senjata
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Antisipasi Banjir Imbas Cuaca Ekstrem, Pramono Tambah Operasi Modifikasi Cuaca Jadi 3 Kali Sehari
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
LKPP RI Akui PBJ Pemprov Sulsel Sangat Baik, Gubernur: Alhamdulillah Biro PBJ dan OPD Bekerja Baik
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Perkuat Keberlanjutan, Haleon dan SUN Energy Kolaborasi Hadirkan PLTS Atap untuk Produksi Obat Rendah Emisi
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.