Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan skema untuk memulihkan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan menggaji warga sekitar sebagai garda terdepan reboisasi, sekaligus memberikan modal ternak berupa domba.
Langkah ini diambil untuk memastikan pemulihan kawasan hutan berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat yang selama ini hanya menjadi penonton di tengah eksploitasi kawasan gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.
Advertisement
Dedi menjelaskan warga yang terlibat akan menerima upah bulanan berkisar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Besaran gaji ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan dan ketinggian lokasi kerja.
"Masyarakat di sekitar gunung akan menjadi bagian dari reboisasi yang dibiayai oleh Pemprov Jawa Barat. Masing-masing digaji Rp1,5 juta per bulan dan akan diberikan 3-4 ekor domba," ujar Dedi di Bandung, Jumat (23/1/2026).
Selain insentif ekonomi, Dedi menyoroti ironi besar yang menimpa warga di kaki Gunung Ciremai, yakni krisis air bersih. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masyarakat lokal justru kesulitan air karena sumber daya tersebut dikomersialisasi oleh PDAM wilayah hilir dan pihak swasta melalui pipa-pipa ilegal.
Dedi memberikan ultimatum keras agar aktivitas penyedotan air secara ilegal di kawasan taman nasional segera dihentikan. Ia tidak ingin lagi mendengar warga di sekitar hutan menjerit karena kekeringan sementara airnya dialirkan untuk kepentingan bisnis di luar kawasan.
"Terutama kebutuhan air, baik untuk konsumsi maupun pertanian. Masyarakat di sekitar kaki gunung tidak boleh kekurangan air. Jangan sampai menjerit seperti sekarang, pertaniannya mati karena airnya dijual. Itu tidak boleh," kata Dedi.




