Memar kembali terlihat di tangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat menghadiri Forum ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss. Trump pun menepis spekulasi yang muncul gara-gara memar di tangannya muncul lagi.
Trump sering terlihat dengan memar di tangannya dalam berbagai acara publik sejak kembali menjabat Presiden AS pada 2025. Memar sebelumnya terlihat di tangan kanan Trump dan sering disembunyikan dengan plester atau riasan.
Gedung Putih mengatakan bahwa memar di tangan kanan Trump itu disebabkan oleh kombinasi seringnya dia berjabat tangan dan aspirin yang dikonsumsi untuk kesehatan kardiovaskularnya. Hal itu disebut dapat menyebabkan kecenderungan memar.
Namun, dalam foto-foto terbaru saat Forum Ekonomi Dunia di Davos, seperti dilansir AFP dan CNN, Jumat (23/1/2026), memar gelap terlihat di tangan kiri Trump. Foto-foto memar di tangan kiri Trump yang diambil pada Kamis (22/1) itu dengan cepat menyebar di media sosial disertai berbagai spekulasi.
Trump pun dengan cepat menepisnya. Dia mengaku terbentur meja.
"Saya terbentur meja. Saya mengoleskan sedikit, apa namanya? Krim. Tapi saya terbentur," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One ketika ditanya soal memar tersebut.
Trump mengatakan dosis aspirin yang tinggi membuat dirinya rentan mengalami memar. Hal ini sebelumnya telah disebutkan oleh dokter yang menangani Trump.
"Saya akan mengatakan, minumlah aspirin jika Anda menyayangi jantung Anda, tetapi jangan minum aspirin jika Anda tidak ingin mengalami sedikit memar," ujar Trump kepada wartawan di Air Force One.
Dia mengaku meminum aspirin dosis tinggi. Dia mengatakan dokter telah meminta dirinya tak meminum aspirin karena kondisi tubuhnya sehat. Namun, Trump mengatakan dirinya tak mau ambil risiko.
(haf/haf)



