Bisnis.com, MAKASSAR – PT Amartha Financial Group terus menggali potensi penyaluran kredit di wilayah Sulawesi melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Terbaru, strategi yang dilakukan dengan menggelar kompetisi memasak kuliner khas lokal untuk mitra UMKM.
Chief Funding Officer Amartha Julie Fauzie mengatakan masyarakat Sulawesi sangat identik dengan kuliner lokal, utamanya yang berasal dari olahan hasil laut. Pangan lokal dianggap bukan sekadar bahan masakan, tetapi bagian dari kehidupan.
Melalui peluang itu, Amartha ingin menunjukkan bahwa UMKM bisa berperan penting dalam merawat keberlanjutan budaya tersebut dengan turut serta melakukan pengembangan kuliner.
Alurnya, UMKM pasti membutuhkan dukungan berupa akses keuangan yang inklusif dan terjangkau, maka pihaknya akan menawarkan berbagai layanan yang mendukung penguatan ekonomi akar rumput.
Mulai dari layanan investasi mikro yang memungkinkan mitra menyisihkan sebagian keuntungan usaha sebagai dana pendidikan anak maupun dana darurat, layanan warung digital AmarthaLink yang membantu menambah pendapatan mitra, hingga Amartha Prosper sebagai platform investasi berkelanjutan yang diharapkan mampu membantu UMKM untuk memperoleh modal usaha.
Baca Juga
- Amartha Ajak Ibu-Ibu di Sumatra Jaga Pangan Lokal Lewat Lomba Memasak
- Amartha Salurkan Rp1 Triliun Modal Kerja untuk UMKM di Sulawesi
- Setelah 15 Tahun, Amartha Resmi jadi Financial Group dan Luncurkan Dompet Digital
“Amartha membuka akses layanan keuangan yang inklusif agar tradisi pangan lokal menjadi sumber penghidupan. Melalui investasi berkelanjutan, masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi menguatkan UMKM perempuan, ekonomi daerah, dan keberlanjutan kuliner lokal," jelas Julie Fauzie, Sabtu (24/1/2026).
Sementara itu, kompetisi memasak kuliner khas lokal ditujukan untuk masyarakat di Provinsi Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah hingga Gorontalo, dengan melibatkan lebih dari 1.000 mitra UMKM binaan.
Kompetisi ini menyoroti kedekatan masyarakat dengan laut sebagai sumber utama bahan pangan. Hasil tangkapan harian, bahan segar, dan rempah lokal yang diolah menjadi hidangan sederhana untuk kebutuhan pola konsumsi berkelanjutan.
Pelaku UMKM perempuan dianggap memiliki peran kunci dalam mengolah hasil kuliner pangan lokal sekaligus menopang ekonomi keluarga hingga menjaga warisan kuliner.
Pada tahap regional Sulawesi, kompetisi ini mempertemukan lima kelompok ibu mitra UMKM yang berasal dari berbagai wilayah. Masing-masing kelompok menghadirkan sajian masakan berbahan pangan lokal yang mengangkat cerita, tradisi, dan kekayaan kuliner dari daerah asalnya.
Pemenang di tingkat regional akan maju mewakili provinsi dan mengikuti kompetisi tingkat nasional di Jakarta.




