Harga Minyak Sawit (CPO) Naik Tiga Pekan Beruntun

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) turun ke bawah MYR4.200 per ton pada perdagangan Jumat (23/1/2026), mengakhiri reli tiga hari beruntun.

Harga Minyak Sawit (CPO) Naik Tiga Pekan Beruntun. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) turun ke bawah MYR4.200 per ton pada perdagangan Jumat (23/1/2026), mengakhiri reli tiga hari beruntun.

Menurut data pasar, kontrak berjangka (futures) CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup turun 0,57 persen ke level 4.174 ringgit Malaysia per ton pada Jumat.

Baca Juga:
Gaji CEO Walt Disney Naik Jadi USD45,8 Juta, Pemegang Saham Siapkan Penggantinya

Pelemahan ini dipicu oleh penguatan ringgit serta aksi ambil untung, setelah harga sempat menyentuh level tertinggi tujuh pekan pada sesi sebelumnya.

Sentimen pasar kian tertekan oleh melemahnya kontrak minyak sawit di bursa Dalian, China, serta penurunan harga minyak kedelai di Chicago.

Baca Juga:
Mau Dual Listing, Merdeka Gold (EMAS) Dikabarkan Jajaki IPO di Hong Kong

“Harga minyak sawit melemah pada perdagangan Asia seiring penurunan harga minyak mentah dan minyak kedelai,” ujar David Ng, trader di Iceberg X yang berbasis di Kuala Lumpur, dikutip Dow Jones Newswires.

Meski demikian, ia menilai harga tidak akan bertahan lama di level rendah, mengingat kinerja ekspor minyak sawit Malaysia yang belakangan menunjukkan penguatan.

Baca Juga:
Harga Emas Kian Dekat USD5.000, Perak Tembus Rekor USD100

David memperkirakan futures CPO mendapat support di atas level 4.100 ringgit per ton, dengan area resistance di sekitar 4.250 ringgit per ton.

Meski terkoreksi, pasar masih berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dengan penguatan lebih dari 2,53 persen di pekan ini.

Kenaikan tersebut didorong ekspektasi permintaan yang lebih kuat menjelang perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan pada Februari, di tengah pasokan jangka pendek yang kian ketat.

Produksi minyak sawit pada Januari diperkirakan turun 15-17 persen akibat faktor musiman. Dari sisi permintaan, survei pengapalan menunjukkan ekspor pada periode 1-20 Januari naik 8,6-11,4 persen dibandingkan bulan sebelumnya, memperkuat sinyal perbaikan kinerja ekspor.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap pasokan jangka panjang masih membayangi pasar, seiring pengetatan pengawasan eksploitasi hutan di Indonesia sebagai produsen utama.

Ke depan, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan harga minyak sawit bergerak di kisaran 4.000-4.300 ringgit per ton pada Februari. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Presiden Prabowo Siap Hadir di HPN 2026, Menteri Fadli Zon Akan Letakkan Batu Pertama Museum Siber di Banten
• 7 jam lalumediaapakabar.com
thumb
PSSI Gandeng Kelme sebagai Apparel Resmi Timnas Hingga 2030, Jersi Baru Diluncurkan Maret 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Peringati HUT Ke-7, Gekrafs Gelar Doa Bersama di Huntara Sumbar
• 15 jam laludetik.com
thumb
Pemimpin Eropa dan AS Bahas Kerja Sama Strategis di Greenland, Termasuk Revisi Perjanjian Pertahanan
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Pramono Tambah Pompa untuk Banjir Rawa Buaya untuk Surutkan Volume Air
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.