Menkes: Cek Kesehatan Gratis adalah Mimpi Presiden Prabowo untuk Menyehatkan Rakyat

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan mimpi Presiden RI Prabowo Subianto dengan tujuan untuk menyehatkan rakyat Indonesia.

Budi menuturkan, tidak ada cara lain selain program CKG yang harus ditingkatkan untuk merealisasikan mimpi sang Kepala Negara.

"Ini adalah mimpi dan tugas dari Bapak Presiden ke kami. Bagaimana caranya selain cek kesehatan gratis ditingkatkan, yang lebih penting adalah bagaimana kita menyehatkan seluruh masyarakat yang sudah dicek kesehatan gratis," kata Budi dalam konferensi pers capaian dan evaluasi program CKG 2025 secara daring, Jumat (23/1/2026).

Baca juga: Kemenkes Targetkan 136 Juta Warga Ikut Cek Kesehatan Gratis pada 2026, Naik Hampir Dua Kali Lipat

Untuk mewujudkan mimpi Prabowo, Kemenkes menargetkan sebanyak 136 juta masyarakat mengikuti program CKG pada 2026, angka yang jauh lebih besar dari tahun 2025.

"Selain jumlah masyarakatnya yang kita skrining itu naik dari 70 juta (2025) ke 136 juta (target 2026), yang paling penting adalah kita akan mulai terapkan tatalaksananya, pengobatannya, perawatannya, agar mereka kembali menjadi sehat," ujar Budi.

Dalam pelaksanaan CKG 2026, masyarakat yang teridentifikasi dalam kategori kurang sehat (rapor kuning) dan tidak sehat (rapor merah) akan segera mendapatkan penanganan.

"Orang yang kami identifikasi kurang sehat atau rapor kuning, tidak sehat atau rapor merah itu harus ditindaklanjuti, ditatalaksana agar kembali sehat hingga rapor hijau," ungkap Budi.

Pada CKG 2025, masyarakat yang terdeteksi mengalami hipertensi dan diabetes hanya mendapatkan edukasi untuk memperbaiki pola hidupnya.

Baca juga: Kemenkes Beri Penanganan Medis Gratis Tahun Ini, Perluasan dari CKG

Namun, mulai tahun ini, peserta yang teridentifikasi akan langsung mendapatkan pengobatan.

Budi menegaskan, tugas dari seluruh jajaran Kemenkes, Dinkes, RS, dan Puskesmas adalah memastikan rakyat Indonesia yang sudah cek kesehatan gratis menjadi lebih sehat.

"Yang sudah sehat tetap sehat, yang kurang sehat membaik jadi sehat, yang tidak sehat membaik jadi kurang sehat dan kemudian membaik jadi sehat," tuturnya.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025.

Berdasarkan data yang dihimpun Kemenkes, partisipasi CKG perempuan lebih banyak dibanding laki-laki, 54,39 persen atau 39,58 juta orang merupakan perempuan, sementara 45,61 persen atau 33,2 juta orang adalah laki-laki.

Baca juga: Menakar Efektivitas CKG di Tengah Ancaman Penyakit Serius di Indonesia

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, bayi baru lahir (usia 2 hari) merupakan kelompok umur dengan persentase paling besar untuk mengikuti CKG, di mana 2,3 juta dari 4,4 juta bayi (52 persen) mengikuti CKG pada 2025.

Kemudian, 19,7 juta dari 48 juta (41 persen) anak usia sekolah dan remaja (7-17 tahun) dan 2,7 juta dari 27 juta (10 persen) balita dan usia prasekolah (1-6 tahun). Diikuti 31 juta dari 170 juta (18 persen) orang dewasa usia 18-59 tahun serta 6 juta dari 34 juta (18 persen) lansia usia 60 tahun ke atas.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BRI Super League: Modal 7 Pemain Baru, Semen Padang Bidik Poin di Kandang Bali United
• 21 jam lalubola.com
thumb
Sahabat serukan hormati privasi mendiang Lula Lahfah
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Denada Tak Mengaku sebagai Ibunya, Ressa Rizky Rossano: Saya Cuma Ingin Cium Kaki Saja
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Ngeri! Pelaku Pemalsuan Dokumen Pemain Naturalisasi Timnas Malaysia Terancam Hukuman Cambuk
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Bahaya Tren Fibermaxxing, Ahli Gizi Ingatkan Risiko Konsumsi Serat Berlebihan
• 9 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.